1 Jam Sigap SPHP Bulog Sorong, Beras 8 Ton Habis Terjual

Sorong, PbP – Langkah sigap dan siaga untuk menjaga stabilitas harga pangan dan ketersedian pangan di masyarakat sudah menjadi rutinitas yang dilakukan oleh Perum Bulog.

Langkah tersebut dilakukan dengan cara Perum Bulog memantau kondisi ketersediaan pangan di distributor, pasar tradisional, maupun pasar moderen. Dan memenuhi kewajiban menyalurkan beras ke Aparatur Sipil Negara (ASN).

Apalagi dalam kondisi badai gelombang panas Elnino seperti saat ini yang tengah melanda hampir sebagian besar wilayah Indonesia. Dimana harga pangan khusus beras di pasar terus merangkak naik.

Caption : Nampak warga sedang membeli beras di salah satu RPK/TPK yang ada di Pasar Sentral Remu Kota Sorong, Senin (28/8/2023). Foto : PbP/EYE
Caption : Nampak warga sedang membeli beras di salah satu RPK/TPK yang ada di Pasar Sentral Remu Kota Sorong, Senin (28/8/2023). Foto : PbP/EYE

Kondisi yang sama terjadi pula di wilayah Kota Sorong, Provinsi Papua Barat Daya. Langkah sigap terus dilakukan Perum Bulog Sorong. Yang mana sebanyak 15 ton beras disiapkan dalam program Sigap Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) khusus beras pada hari ini.

Senin (28/8/2023) pagi, Pemimpin Cabang Perum Bulog Sorong, Sri Ariandina sendiri langsung turun untuk memantau langsung penjualan beras di 16 pengecer Rumah Pangan Kita (RPK) dan Toko Pangan Kita (TPK) yang ada di Pasar Sentral Remu, Boswesen dan Pasar Moderen Rufei.

Hanya dalam 1 jam saja, beras Buliog dalam karung ukuran 5 kilogram sebanyak 8 ton langsung habis terjual. Hal ini lebih dikarenakan beras 5 kilogram tersebut dijual dengan harga Rp. 50.000.

Caption : Pemimpin Cabang Perum Bulog Sorong, Sri Andriani tengah memantau penjualan beras Bulog di salah satu RPK/TPK di Pasar Boswesen, Senin (28/8/2023). Foto : PbP/EYE
Caption : Pemimpin Cabang Perum Bulog Sorong, Sri Andriani tengah memantau penjualan beras Bulog di salah satu RPK/TPK di Pasar Boswesen, Senin (28/8/2023). Foto : PbP/EYE

Pemimpin Cabang Bulog Sorong Sri Ariandina menyampaikan, kegiatan Sigap SPHP bertujuan untuk menjaga stabilisasi ketersediaan pasokan dan stabilisasi harga beras, agar daya beli masyarakat terjaga.

“Kegiatan ini dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia pada tanggal 28 Agustus 2023. Untuk wilayah kerja Bulog Sorong sigap SPHP dilaksanakan di 3 titik yakni di pasar Remu, pasar Boswesen dan pasar Rufei, ” ujar Sri Ariandina di sela – sela memantau langsung penjualan beras Bulog di Pasar Sentral Remu.

Sri Ariandina katakan jumlah pedagang dan pengecer yang menjadi saluran SPHP yakni di Rumah Pangan dan Toko Pangan merupakan mitra Perum Bulog cabang Sorong yang terletak di tiga pasar tersebut. “Jumlah pedagang/pengcer yakni 16 RPK/TPK,” kata Sri Ariandina.

Untuk jumlah beras yang rencana disalurkan, lanjut Sri Ariandina, sebanyak 15 ton. Dengan cara bertahap, sebab sampai dengan berita ini dimuat telah tersalurkan sebanyak 8 ton beras.

Caption : Pemimpin Cabang Perum Bulog Sorong, Sri Ariandina tengah memantau penjualan beras di salah satu RPK/TPK di Pasar Sentral Remu, Senin (28/8/2023). Foto : PbP/EYE
Caption : Pemimpin Cabang Perum Bulog Sorong, Sri Ariandina tengah memantau penjualan beras di salah satu RPK/TPK di Pasar Sentral Remu, Senin (28/8/2023). Foto : PbP/EYE

“Kalau kami langsung drop sekaligus ke RPK/TPK, satu jam saja sudah langsung habis. Untuk itu kami drop 2 kali di setiap RPK atau TPK, ” tutur Sri Ariandina.

Pemimpin Cabang Bulog Sorong membenarkan bahwa hasil pantauan penjualan beras di dua TPK sudah langsung habis terjual tidak sampai satu jam.

“Begitulah kondisi di lapangan saat ini. Karena waktu – waktu yang lalu, mereka sama sekali tidak minat dengan beras Bulog. Tapi karena sekarang harga beras umum ( di luar bulog) paling murah rata – rata Rp. 13.000 per kg, maka hampir semua masyarakat beralih ke beras Bulog yang harga jualnya Rp. 10.000 per kg, ” kata Sri Ariandina menjelaskan.

Pemimpin Cabang Perum Bulog Sorong, Sri Ariandina
Pemimpin Cabang Perum Bulog Sorong, Sri Ariandina

Berdasarkan pengalaman Perum Bulog Sorong, sambung dia, seberapapun banyak beras di gelontorkan ke pasar akan habis dalam sekejap. Maka itu proses penyaluran pihaknya lakukan bertahap.

Program menjaga stabilitas harga pangan di pasar, secara kontinyu terus dilakukan kata Sri Ariandina. Hal ini dimaksudkan untuk mengendalikan lonjakan daya beli masyarakat terutama dalam kondisi sebagian besar wilayah di Indonesia tengah dilanda badai gelombang Panas Elnino.

Turut ditambahkannya pula, selain menyalurkan beras ke pasar, Perum Bulog Cabang Sorong terus pula menjalankan kewajiban menyalurkan beras ke ASN di wilayah Kota Sorong, Kabupaten Sorong, Kabupaten Raja Ampat dan Kabupaten Tambraw. [EYESF]

Please follow and like us:
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *