22 November Tunjangan Profesi Guru SMA Dibayar

Sorong, PbP – Sudah jatuh tertimpa tangga pula. Pepatah tersebut, tentu sangat tepat untuk mengambarkan situasi yang dialami guru-guru Pegawai Negeri Sipil (PNS), yang bertugas di Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), yang ada di Provinsi Papua Barat.

Pandemi Covid-19 yang telah berlangsung hampir 11 bulan, sejalan dengan tunjangan profesi atau sertifikasi yang ikut mendek pula. Dalam kondisi normal sebelum ada pandemi Covid-19 saja, guru-guru PNS masih harus gali lobang tutup lobang buat mencukupi kebutuhan sehari-harinya. Apalagi dimasa pandemi Covid-19 ini, tentu kesulitan ekonomi yang dialami makin meningkat.

“Tunjangan sertifikasi kami guru PNS di tingkat SMA dan SMK tersumbat tidak tahu dimana,” ungkap Kepala SMA Yayasan Pembinaan dan Pengembangan Kerohanian Kristen (YPPKK) Moria Kota Sorong, Mujiriyanto, S.Pd kepada Papua barat Pos di Kantor Yayasan Bukit Tabor, Selasa (17/11).

Tunjangan profesi guru PNS ini sebut dia, biasanya dibayarkan setiap triwulan (tiga bulan,red). Sampai dengan November 2020 ini berarti sudah tiga triwulan berjalan, bahkan sudah mau masuk triwulan keempat.  “Bila sampai Desember 2020 berarti sudah setahun belum dibayarkan,” kata Mujiriyanto.

Persoalan ini, kata Mujiriyanto, sudah dibawah sampai ke meja Gubernur Papua Barat, namun belum juga terealisasi.

“Pembicaraan soal itu sudah ramai sampai di gubernur. Bahkan sudah dibicarakan dengan DPR Provinsi Papua Barat,” ucapnya.

Dari laporan yang disampaikan Persatuan Guru Seluruh Indonesia (PGRI) yang telah bertemu dengan gubernur, sebut dia, disampaikan persoalan mandek pembayaran tunjangan profesi guru dikarenakan laporan tahun sebelumnya. Lucunya, sambung dia, info yang diperoleh tunjangan tersebut sudah dibayarkan dari pusat.

“Nah yang lucu lagi, dari pusat sudah terbayar. Lalu kemana itu. Itu infonya begitu. Saya dengar seperti itu, tetapi validnya saya tidak tahu,” ungkapnya.

Tunjangan profesi guru untuk sekolah dasar dan sekolah menegah pertama, sesuai informasi yang diperolehnya lancar saja. Itulah yang kemudian menjadi bahan pertanyaan, kenapa sampai bisa tunjangan profesi guru PNS yang menjadi ranah dan domainnya Pemerintah Provinsi Papua Barat malah mandek.

Padahal disisi lain, di masa pandemi Covid-19 seperti saat ini, tunjangan profesi bisa dijadikan harapan buat mencukupi kebutuhan keluarganya.

Untuk besaran tunjangan profesi, Mujiriyanto menyampaikan dihitung berdasarkan gaji pokok. Ia mencontohkan dirinya dengan golongan IV B gaji pokok setiap bulan Rp 4,5 juta, maka tunjangan profesi yang diterima sebesar Rp 4,5 juta.

“Kita sudah berterima kasih mendapat bayaran tunjangan profesi tiga bulan sekali. Kita Pegawai negeri itukan gali lobang tutup lobang. Kita tidak munafik, itu kenyataan. Gaji segitu tentu tidak cukup untuk membiayai sekolah dan kuliah anak,” kata Mujiriyanto berharap seraya menuturkan dengan adanya tunjangan sertifikasi ini, bisa menjadi harapan bagi seorang guru PNS untuk setidaknya bisa mendekati pemenuhan kebutuhan sehari-hari.

Sekretaris PGRI Kota Sorong, Markus Sihaya, S.Pd yang dikonfirmasi membenarkan tunjangan profesi guru SMA dan SMK selama tiga triwulan belum dibayarkan. Kondisi tersebut bukan hanya dialami guru-guru di Kota Sorong saja, tetapi seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Papua Barat.

“Kami dari PGRI se-Papua Barat berinisiatif untuk langsung bertemu dengan gubernur mempertanyakan kenapa sampai dengan November ini, sertifikasi guru SMA dan SMK belum dibayarkan,” ucap Sihaya melalui sambungan telephone selulernya, Selasa (17/11).

Dalam pertemuan tersebut, diketahui persoalan mandeknya pembayaran tunjangan sertifikasi guru, karena persoalan administrasi pejabat tahun lalu. Maka itu, masih dikunci sementara untuk membenahi administrasi yang lalu.

“Menurut penyampaian dalam rapat itu, laporan mandek pada masa kepala dinas sebelumnya. Itu jawaban dari dinas. Jadi mereka sementara lagi bereskan masalah tersebut, agar pusat tidak kunci kran. Jadi sudah sembilan bulan tunjangan sertifikasi belum dibayarkan,” ungkapnya.

Diakuinya, keresahaan dan kekuatiran memang dirasakan betul oleh guru-guru dengan belum dibayarkannya tunjangan profesi. Mereka terus mendesak PGRI untuk bisa berbuat lebih agar tunjang profesi guru-guru SMA dan SMK bisa segera dibayarkan.

“Mereka terus bertanya, PGRI sudah buat apa. Kami ini ada kontrak rumah dan banyak kebutuhan belum dibayarkan. Itulah ungkapan guru-guru yang disampaikan kepada PGRI,” ujar Sihaya.

Syukurnya , lanjut dia, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua Barat dalam pertemuan tersebut atas nama gubernur menyampaikan sekitar 22 dan 23 November 2020 sertifikasi triwulan pertama sampai ketiga akan dibayarkan. Sedangkan pembayaran triwulan keempat akan dibayarkan di Januari 2021.

“Jadi beliau janji dua minggu. Sampai dengan ini, berarti sudah tinggal seminggu. Jadi kita tunggu sampai 22 November. Kalua tanggal tersebut belum dibayarkan, PGRI akan kembali mempertanyakan janji tersebut,” papar Sihaya.

PGRI bila sampai waktu yang ditentukan tunjangan profesi guru SMA dan SMK belum dibayarkan akan mengambil langkah lain yang wajar untuk terus mendesak dinas Pendidikan agar hak guru-guru bisa segera dipenuhi.

“Kalau kita PGRI berupaya tetap elegan menyampaikan tuntutan guru-guru. Hanya saja, guru-guru yang punya hak masih terus berteriak. Dalam pertemuan kemarin di Manokwari, PGRI kabupaten dan kota se-Provinsi Papua Barat meminta DPR Provinsi Papua Barat memfasilitasi ketemu dengan gubernur. Kami tuntut DPR untuk bicara dengan gubenur, maka itu kami bisa mendengar jawaban dari kepala dinas pendidikan mewakili gubernur,” terang Sihaya.

Untuk Kota Sorong sendiri jumlah guru PNS yang sudah tersertifikasi mencapai 200 orang. “Kami kan pengurus baru, sehingga belum sepenuhnya mendata jumlah guru yang sudah tersertifikasi. Yang kami dapat sementara hampir mencapai 200 guru. Data itu belum termasuk guru yang baru tersertifikasi. Jadi jumlahnya belum bisa kami pastikan,” sebut Sihaya.

Selain itu, ditambahkannya, PGRI turut meminta agar upah guru-guru honor SMA dan SMK tiga bulan terakhir akan dibayarkan sebelum Perayaan Hari Natal, 25 Desember 2020. [EYE-MJ]

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *