Agus Tenau: Pemerintah Maybrat Jangan Alergi Kritikan

Sorong, PbP – Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Maybrat  Agustinus Tenau, SH., M.Si mengatakan di era keterbukaan reformasi sekarang atau era keterbukaan informasi saat ini, pemerintah Kabupaten Maybrat tidak boleh alergi dengan sorotan dan kritikan yang disampaikakan melalui media sosial. Hal ini disampaikan Agustinus Tenau dalam menanggapi pernyataan tokoh intelektual Maybrat Maximus Air bahwa DPRD tidak boleh berkoar-koar di media sosial.

“Pernyataan yang disampaikan mantan anggota DPRD Maybrat, Maximus air ini, terkesan menyudutkan lembaga DPRD Kabupaten Maybrat, kaitanya dengan  penggunaan medsos dalam penyampaian kebijakan oleh beberapa anggota DPRD belakangan ini. Yang disampaikan beliau bahwa di dalam anggota DPRD ada etika komunikasi pimpinan dan tidak boleh gunakan medsos sebagai tempat evaluasi, yang menjadi pertanyaan adalah apakah medsos itu diatur dalam tatib DPRD, itu jawabanya tidak,”  jelas Agustinus yang juga sebagai Ketua DPC Partia Nasdem Kabupaten Maybrat saat memberikan keterangan pers di Salah satu Hotel di Kota Sorong, Minggu (5/7).

Jadi, lanjut Agus, media sosial ini adalah salah satu sarana publik berdasarkan Undang-undang ITE, zaman digital, atau zaman Now, siapa saja boleh menggunakan media sosial. Menurut dia, hakekat yang dihindari di medsos itu adalah berita hoax, berita bohong ataupun ujaran kebencian yang dapat merugikan orang lain.

“Sehingga faktanya apa yang disampaikan oleh para anggota DPRD ini, bagi saya adalah hal yang wajar saja. Karena medsos yang saat ini dimanfaatkan di era dan zaman digital sekarang untuk memberikan kritikan, baik itu kepada pemerintah daerah maupun yang lain, seperti yang dilakukan oleh DPRD ini tentunya sudah melalui hearing, rapat dengar pendapat, untuk menyampaikan terkait dengan kebijakan pemerintah,” jelasnya.

Kalau kemudian, diberikan stateman oleh Maximus Air, bahwa medsos bukan tempatnya, dengan menyentil bahwa DPRD tidak boleh memanfaatkan medsos untuk melakukan pembusukan terhadap kinerja kepala daerah, bagi Agus, pernyataan tersebut sudah keliru dan salah untuk melihat momen saat ini.

“Memang realitanya pernyataan beliau soal LKPJ dari sisi ketentuannya, dalam setiap tahun anggaran per tanggal 31 Maret, LKPJ sudah harus dibahas, saya sebagai Wakil ketua DPRD sampaikan kepada publik bahwa  sudah lewat kita, dan kemarin karena COVID-19 berdasarkan edaran Mendagri dimolor 1 bulan hingga April, dan sampai hari ini kami sudah menyurat, namun sangat disayangkan, belum diserahkan ke DPRD,” bebernya.

Kata dia, pihaknya menduga bahwa dengan lambatnya LKPJ tersebut menandakan bahwa lemahnya kepemimpinan dan minimnya SDM para Staf, karena menurut dia, dari sisi ketentuan sudah jelas, bahwa harusnya saat ini dibahas bukan bicara surat menyurat.

“LKPJ ini mengenai tata kelolah pemerintahan. Pertanggungjawaban kepala daerah kepada rakyat melalui DPRD dan saat ini belum terlaksana, perlu dikritik dan jangan kemudian pemerintah juga alergi dengan kritikan yang ada, dan itu sangat keliru karena saat ini zaman digital, zaman now yang mana era keterbukaan informasi diatur dalam Undang-undang,” tekan Agus.

Oleh karenanya, tambah Agus,  posisi Maximus Air bukan apa-apanya lagi di DPRD kabupaten Maybrat saat ini. Dan juga pemerintahan formal saat ini, sambung Agus, Maximus Air juga saat ini hanyalah masyarakat biasa.

“Namun di sisi lain, kami mengapreseasi Kaka Maximus Air sebagai tokoh intelektual Maybrat yang ikut mengkritisi DPRD, tetapi lebih dan terkesan pernyataan yang kami menilai menyudutkan beberapa anggota DPRD yang belakangan ini ikut mengkritisi kinerja pemerintah daerah, yang mana moto penggeraknya adalah kepala daerah melalui media sosial itu tidak tepat, menurut kami itu tidak benar,” tukas Agus.

Mengapa dinilai menyudutkan, kata Agus, bahwa ada pernyataan yang sedikit ekstrim degan menyebutkan bahwa DPRD Kabupaten Maybrat yang baru masuk dan baru belajar harus tahu mekanisme, sangat ia sayangkan, dimana menurut Agus, Maximus Air juga pernah berada di DPRD dan tahu, yang mana dalam awal berada di bangku legislatif tentunya sambil menyelam sambil belajar. [JEF-MJ]

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *