Aliansi Raja Ampat Bersatu Tolak Calon Bupati Tunggal 

Waisai,  PbP –  Ratusan warga tergabung dalam Aliansi Raja Ampat Bersatu mendatangi Kantor  Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Raja Ampat, Selasa (8/9/20).

Kehadiran  mereka menolak skenario potensi pasangan calon tunggal bertarung pada pesta demokrasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Raja Ampat pada  09 Desember 2020.

Dalam aksi tersebut mereka membawa spanduk ukuran besar sebagai bentuk penolakan . Salah  satunya bertuliskan ‘kami tokoh adat, tokoh agama, tokoh perempuan, pemuda serta tokoh masyarakat di Raja Ampat, menolak calon bupati tunggal, dan meminta terhadap pimpinan-pimpinan partai di pusat untuk pertimbangkan kembali rekomensi yang diberikan ke calon tunggal.

Spanduk  lain, demokrasi Raja Ampat menangis, pembina Partai Politik (Parpol) tidak menghargai hak-hak demokrasi. Masyarakat di Raja Ampat, sepakat mensukseskan pemilihan melalui kotak kosong pada 09 Desember 2020. Jadi kandidat untuk masyarakat kolom kosong atau kotak kosong. Mereka nilai, calon tunggal pengkebiran pada suara rakyat.

“Warga yang hadir di KPU ini seluruh tokoh dan lembaga adat mewakili 117 kampung di Raja Ampat. Kami  sepakat membentuk Aliansi Raja Ampat Bersatu  mempersatukan perbedaan yang sudah terjadi hari ini agar satu arah. Makanya kami datang ke  KPU audensi”, jelas Ketua Aliansi Raja Ampat Bersatu, Alberth Mayor kepada wartawan  , kemarin.

Menurutnya, selama audensi bersama anggota KPU tidak ada pembahasan  spesifik , tapi sebatas mempertanyakan terkait proses kolom kosong atau kotak kosong di Pilkada 2020. Sehingga, mereka dapat menjelaskan kepada  masyarakat di kampung-kampung tanpa ada lagi kecurigaan. Apabila ada resiko hukum, pihak KPU pun harus jelaskan itu.

“Pihak KPU menjelaskan  semua proses tahapan   berakhir  12 September 2020 tepat pukul 24.00 WIT , baru diketahui apakah ada dua kandidat paslon atau tetap calon tunggal lawan kotak kosong. Kalau mamang tidak ada pilihan yang lain, dan hanya calon bupati tunggal, maka warga akan menuju kotak kosong”, ujar  Alberth.

Ketika dipertegas apakah warga tidak menginginkan calon tunggal. Alberth tidak bisa menjawab hal tersebut. “Nanti penentuannya  tanggal 09 Desember 2020 karena ini kemauan dari warga yakni menuju dan memenangkan kotak kosong atau kolom kosong. Tetapi warga belum terlalu memahami  proses kotak kosong , makanya kita beri penjelasan sederhana”, tutupnya. [TLS-DR]

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *