Belasan Pegawai Dinas Kesehatan Maybrat Diduga Beli Ijazah

Kumurkek, PbP Tuntutan dunia pekerjaan saat ini yang harus berimbang dengan jenjang pendidikan, memaksa beberapa orang untuk menghalalakan berbagai macam cara agar meraih posisi idaman.

Di Kabupaten Maybrat, belasan pegawai di Dinas Kesehatan, diduga telah berangkat ke luar daerah dan mengikuti wisuda Strata  Satu (S1) dan Strata Dua (S2), tanpa proses perkuliahan dan hanya membutuhkan waktu tiga hingga empat hari, atau dengan kata lain mereka diduga membeli ijazah.

Pemerhati kesehatan di kabupaten Maybrat, Yance Kaitana, S.KM., M.Kes, yang juga duduk sebagai staf umum Dinas Kesehatan Maybrat, saat diwawancarai Papua barat Pos belum lama ini, mengungkapkan hal tersebut dan bahkan dia mengaku memiliki data.

Diungkapkannya, gelombang pertama pegawai  yang membeli ijazah terjadi di tahun 2018, dengan peserta sebanyak 6 orang dan gelombang kedua di tahun 2019, dengan jumlah peserta 11 orang. Tak hanya pegawai biasa, bahkan kata dia, ada kepala puskesmas yang juga ikut dalam praktik jual beli ijazah ini.

“Di dunia kesehatan, hal ini sangat berbahaya. Bayangkan, pegawai kesehatan yang berangkat mengikuti wisuda dan menyandang gelar tanpa melalui proses perkuliahan yang jelas, kemudian kembali bekerja di dunia kesehatan. Maka itu dipastikan berbahaya, karena pegawai kesehatan akan bekerja dengan nyawa manusia, serta memberikan pelayanan tentang kesehatan,”jelas Yance.

Oleh karena itu, dia meminta Bagian Kepegawaian Kabupaten Maybrat harus selektif dan tegas dalam menangani masalah ijazah yang dibeli ini. Menurut dia, pegawai yang membeli ijazah hanyalah memiliki kepentingan jenjang kepangkatan, bukan mengejar ilmu atau pelayanan kepada masyarakat.

“Hal ini sangat mencoreng nama baik Dinas Kesehatan Kabupaten Maybrat. Silahkan menyandang gelar, asalkan mengikuti perkuliahan yang jelas. Informasi ini berkembang di Maybrat dan masyarakat sudah banyak yang tahu. Kepegawaan harus melihat keabsahan, apakah oknum itu mengikuti jenjang perkuliahan, sehingga berhak menyandang gelar atau tidak,”tuntasnya.

Sementar itu, Kepala Dinas Kesehatan Maybrat, dr. Nelce Kambuaya, ketika dihubungi untuk dikonfirmasi, belum menjawab hal tersebut hingga berita ini diturunkan. [CR24-HM]

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
2

1 Komentar

  1. Kejadian beli ijazah inibukan hanya terjadi d Kabupaten Maybrat tetapi hampir diseluruh Tanah Papua dan menjadi sebuah jalan pintas utk meningjatkan jenjang karier sehingga terbukti kapasitas asn sangat tdk mumpuni utk melakukan perubahan d negri ini, oleh sebb itu perlu ad lembaga yang dibentuk dg dana otsus untuk mengawasi, status asn, Kelayakan asn utk dipromosi jabatan dan jg pengelolaan keuangan daerah.. sehingga pertumbuhan, ekonomi, kesehatan, pendidikan, dan hukum d negri ini bisa bersaian dgn daerah lain di indonesia..
    Jangan selalu bangga denga kekhususan karena keterbatasan dan ketidakmampuan sdm daerah sehingga ini akan membuat citra papua di luar stikmanya buruk .
    Salam restorasi perubahan, kita sebenarnya bisa dan mampu.. tetapi suka kompromi dg hal2 yg tdk sesuai dg norma, ini kendala dan kekurang kita, mari memulai sesuatu yg baik dan benar dr diri kita sebelum ke org lain. Terimaksih,..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *