Berikan Cek Kosong, Harold Manderos Duduk Dikursi Pesakitan

Sorong, PbP – Pengadilan Negeri (PN) Sorong mulai menggelar sidang perdana dengan terdakwa Harold Manderos, Kamis (16/6/2021). Dalam sidang perdana tersebut, Harold Manderos duduk dikursi pesakitan tanpa didampingi Penasehat Hukum.

Jaksa Penuntut Umum (JPU), Alwin Mychel Rambi menuduh Harold Manderos melanggar pasal penipuan dan Penggelapan. Dalam dakwaan yang dibacakan JPU, kasus yang menimpa terdakwa Harold berawal pada 5 Agustus 2016.

Terdakwa Harold Manderos jalani sidang perdana di PN Sorong, Kamis (16/6/2021). Foto:EYE
Terdakwa Harold Manderos jalani sidang perdana di PN Sorong, Kamis (16/6/2021). Foto:EYE

Saat itu, terdakwa meminjam uang kepada saksi Wati J. Karim dengan janji akan dikembalikan dalam sebulan.
Saksi kemudian percaya memberikan pinjaman, karena terdakwa mengatakan ada memiliki proyek jalan di Tanjung Kasuari yang sebentar lagi akan cair.

Wati kemudian pada 5 Agustus 2016 mentransfer uang ke rekening terdakwa pada Bank Papua Cabang Sorong sebesar Rp 345.000.000.

Selanjutnya pergi ke Bank Mandiri Cabang Sorong dan mentransfer Rp 500.000.000,- ke rekening terdakwa di Bank Mandiri. Kemudian Wati pun memberikan uang tunai sebesar Rp 700.000.000,- di kantor saksi PT Karya Utama Persada di Jl. Handayani Km 10 Masuk Kota Sorong.

Untuk mengganti uang tersebut terdakwa kemudian memberikan cek yang ditanda tangani oleh terdakwa sebanyak 2 (dua) lembar masing-masing senilai Rp 300.000.000, pada bulan Oktober 2016 di Cafe Poenam Jl. Jend. Sudirman Kota Sorong sekitar pukul 16.30 WIT. Namun setelah Wati pergi ke Bank Mandiri ternyata cek tersebut kosong / tidak memiliki dana.

Akibat perbuatan terdakwa, Wati mengalami kerugian sebesar Rp 1.545.000.000,- (satu miliar lima ratus empat puluh lima juta rupiah) atau setidak-tidaknya sekitar jumlah itu.
Maka itu JPU mendakwa Harold dalam dakwaan kesatu melanggar Pasal 378 KUHP dan dakwaan kedua melanggar 372 KUHP.

Untuk membuktikan dakwaannya, Majelis Hakim, Bernadus Papendang memberikan kesempatan kepada JPU satu minggu guna menghadir saksi dan alat bukti lainnya. Hakim juga memberikan kesempatan buat terdakwa, bila ingin didampingi penasehat hukum dalam sidang selanjutnya. [EYE]

Please follow and like us:
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *