Bikin Jembatan Darurat, Masyarakat Panen Uang

Tambrauw, PbP – Masyarakat yang berdomisili dekat wilayah di jalan rusak tepatnya di Selemkai berinisiatif membangun jembatan darurat di ruas jalan utama menuju Tambrauw untuk bisa dilalui kendaraan dengan patokan biaya setiap mobil sebesar Rp. 300.000.

Pantauan media ini ruas jalan utama tersebut merupakan jalan trans yang selama ini berada dalam kondisi memprihatinkan kemudian belum ada jembatan permanem yang dibangun sehingga masyarakat setempat berinisiatif memanfaatkan situasi itu untuk panen rupiah lewat cara mengerjakan jembatan darurat.

Tampak jembatan darurat buatan masyarakat setempat untuk bisa dilalui kendaraan. PbP/Jvn
Tampak jembatan darurat buatan masyarakat setempat untuk bisa dilalui kendaraan. PbP/Jvn

Hans, warga setempat mengaku selama ini belum ada jembatan permanen yang dibangun pemerintah sehingga kendaraan tidak bisa menyebrang. Karena itu, lanjutnya atas dasar inisiatif dengan orientasi membantu membangun jembatan darurat sehingga memperlancar kendaraan ke Kabupaten Tambrauw. “Tidak semua kendaraan bisa melewati jembatan tersebut. Yang bisa lewat itu mobil tanpa muatan dengan biaya setiap mobil kita terima 300 sebagai uang cape,” akunya kepada media ini di Selemkai, (1/10).

Seorang sopir truk yang enggan namanya dimediakan mengaku sebelum ada jembatan darurat, satu pun mobil tidak bisa menyebrang ke Kabupaten Tambrauw. Karena, lanjutnya sebelah kiri kanan jalan penuh lumpur bagaikan kolam. “Kebetulan saya bawa muatan berat dan saya tidak diijinkan lewat karena kekuatan jembatan darurat tersebut hanya mampu menahan mobil ringan tanpa muatan dan mereka bayar Rp300 itu wajar, karena kerja jembatan itu berat,” akunya kepada media ini. [JVN-SF]

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *