Bintang Kejora Gagal Berkibar di Kantor Bupati Fakfak

Fakfak, PbP – Aparat gabungan Kodim 1803/Fakfak, Polri Reseort Fakfak Polda Papua Barat dan Brimob BKO Bintuni Polda Papua Barat berhasil menggagalkan rencana pengibar Bintang Kejora oleh sekompok orang yang diduga Tentara Pembebasan Nasiona Papua Barat (TPNPB) di Kantor Bupati Fakfak Provinsi Papua Barat 1 Desember yang disebut sebagian orang hari lahirnya Organisasi Papua Merdeka (OPM).

“Setelah kita mendapat laporan dari masyarakat bahwa ada sekelompok orang bersenjata dan membawa bintang kejora dari kampung Kayauni menuju kota Fakfak, langsung kita beregerak menuju tempat yang mereka kumpul,”ujar Kapolres Fakfak AKB. Ary Nyoto Setiawan, S.I.K. M.H didampingi Dandim 1803/Fakfak Letkol Inf. Yatiman, A.Md di Mapolres Fakfak, Wakapolres Fakfak Kompol Ilhamsah, S.Pd, Kasat Intelkam Polres Fakfak Iptu Ihlam, S.H, M.M, Dan Subden Pom Fakfak, Kapten CPM Ari Siam Yotefa, S.H di Mapolres Fakfak, Minggu (1/12) malam.

Kapolres mengatakan, aparat gabungan TNI-Polri yang dipimpinnya melakukan penyisiran dan menemukan sekelompok orang yang diduga TPNPB di kampung Warpa Distrik Kayauni Kabupaten Fakfak.

“Kita temukan 23 orang, salah satunya perempuan mereka membawa diantaranya senjata tajam (sajam) berupa busur, anak panah, katapel, tombak, parang dan bintang kejorak bersiap-siap ke kota Fakfak, tujuaan mau mengibarkan bintang kejorak di Kantor Bupati Fakfak. Mereka sempat melakukan perlawanan, namun kita melakukan upaya paksa merampas peralatan mereka,”kata Kapolres.

Setelah itu, lanjut Kapolres, aparat gabungan TNI-Polri melakukan penyisiran ke arah Distrik Kramomongga dan menemukan satu orang membawa sajam dan bintang kejora dan menangkapnya.

“Kita lanjutkan penyisiran ke kampung Pikpik dan kampung Mambuni-Buni menemukan beberapa orang lagi yang sedang berkumpul disalah satu rumah warga, dirumah itu kita temukan atribut, peralatan senjata tajam dan bendera bintang kejorak, ada tombak, juga ada lambang-lambang bintang kejora dan baju loreng TPNPB, termasuk KTA dan ada juga uang tunai Rp 12 juta,”ujar Kapolres.

Dari hasil penyisiran itu, sebut Kapolres, sebanyak 54 orang yang diduga kelompok TPNPB disertai barang bukti berupa sajam dan bintang kejora diamankan dan digiring ke Mapolres Fakfak guna dilakukan proses pemeriksaan.

“Dari 54 orang yang kita amankan itu, salah satu kepala kampung dan sekretaris kampung, saat ini mereka dalam proses pemeriksaan oleh satuan reskrim,”jelas Kapolres.

Sementara itu, Dandim 1803/Fakfak Letkol Inf. Yatiman, A.Md mengatakan, 54 orang yang diduga Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) ditangkap aparat gabungan TNI-Polri, Minggu (1/12) lalu merupakan langkah yang tepat untuk mengatasi mobilisasi massa yang berujung pada anarkis.

“Ini langkah yang paling tepat TNI-Polri dalam melakukan patroli skala besar yang dipimpin Kapolres Fakfak untuk memastikan keamanan agar selalu kondusif,”kata Dandim.

Menurut Dandim, langkah tersebut sangat tepat, karena pasca kerusuhan 21 Agustus 2019 lalu menjadi pengalaman untuk tidak terulang kembali mobiliasi massa skala besar yang berujung anarkis.

“Ini skenario yang sudah dibangun untuk mereka berkumpul disuatu tempat kemudian melakukan tindakan anarkis. Nah ini tidak perlu kita biarkan,”tegas Dandim.

Dandim berharap kepada masyarakat dari Karas Pulau Tiga sampai Tomage Wamosan untuk tetap melaksanakan aktivitas seperti biasanya dan jangan muda terpancing dengan ajakan-ajakan maupun issu-issu yang akan mengganggu Kamtibmas.

“Masyarakat yang berjualan di pasar, tetap berjualan seperti biasa, nelayan tetap melaut seperti biasa, pegawai swasta maupun pemerintah tetap berjalan seperti biasanya,”pinta Dandim. [MON-SF]

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *