Cegah Tindak Pidana Begal, Polda PB Tingkatkan Kring Reserse

Manokwari, PbP – Dalam rangka mencegah terjadinya tindak pidana pencurian dengan kekerasan (curas), saat ini Polda Papua Barat meningkatkan kring reserse di setiap polres jajarannya.

Belajar dari pengalaman yang terjadi di awal tahun 2020 ini, dimana sudah terjadi tindak pidana curas atau begal di wilayah hukum Polres Manokwari dan Sorong Kota, maka Polda Papua Barat dengan tegas mengaktifkan semua lini jaringan reserse, untuk menangkap para pelaku dan memberikan efek jerah bari mereka.

“Upaya antisipasi sudah dilakukan, yaitu patroli dan pengaktifan kring reserse, untuk cegah terjadinya tindak pidana curas atau begal,”kata Direktur Reserse dan Kriminal Umum Polda Papua Barat, Kombes Pol Roberth Da Costa, S.IK., MH kepaa Papua Barat Pos, melalui sambungan telepon, Senin (13/1).

Roberth mengakui, untuk kejadian begal di wilayah hukum Polres Sorong Kota, para pelaku berhasil kabur sehingga masih dalam pengejaran tim reserse Polres setempat.

Sementara untuk kejadian begal yang terjadi di depan Apotik Sanggeng Farma, tepatnya di Pasar Sanggeng, diduga ada 6 tersangka, dimana dua orang telah berhasil diamankan, sementara 4 lainnya masih dalam pengejaran.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Sorong Kota, AKP Syarifur Rahman mengakui bahwa pengungkapan kasus pembegalan terhadap pedagang di depan Taman DEO, Minggu (12/1) akan berlangsung sulit.

Hal tersebut bukan tanpa alas an, menurut kasat reskrim, saat kejadian situasi di lokasi sangat gelap karena saat itu sedang terjadi pemadaman listrik dan disertai turunnya hujan.

“Akan sulit, selain minimnya saksi, korban juga tidak melihat wajah pelaku dengan jelas, makanya kami butuh waktu,”kata kasat reskrim yang ditemui di Mapolres Sorong Kota, Senin (13/1).

Meskipun demikian, di luar pengembangan, pihaknya sedang mencocokkan ciri-ciri pelaku dengan beberapa pelaku tindak criminal, yang memang sudah menjadi incaran mereka.

“Saat ini kita masih lakukan pengembangan, termasuk mencocokkan ciri para pelaku dengan orang-orang yang memang sedang kita incar. Dari hasil sementara, ada beberapa dari antara mereka yang sudah sering melakukan tindakan serupa dan masuk dalam incaran kami,”beber kasat reskrim.

Disinggung soal adanya informasi yang mengatakan bahwa 3 dari 6 pelaku sudah tertangkap, kasat reskrim enggan berkomentar banyak dan memohon izin agar pihaknya diberi waktu untuk mengungkap kasus tersebut.

“Kalau masalah itu saya tidak bisa jawab, karena kepentingan penyelidikan. Ada yang sudah kita tangkap atau belum, belum bisa saya ungkap sekarang,”tuntas kasat reskrim. [ARS/GPS-HM]

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *