Desak Segera Tuntaskan Dugaan Korupsi Dana Hibah Pembangunan PT Di Sorsel

Sorong, PbP – Advokat dan Pembela Hak Asasi Manusia (HAM) mendesak Kapolres Sorong Selatan (Sorsel)  dan jajaran untuk mengusut tuntas dugaan pematangan lahan hingga pembangunan Gedung Rektorat Perguruan Tinggi (PT) di Sorsel. Desakan ini disampaikan oleh Yan Christian Warinussy melalui siaran pers kepada Papua barat Pos, Kamis (10/6/2021).

Yan Christian Warinussy
Yan Christian Warinussy

“Saya mendesak Kapolres Sorong Selatan dan jajarannya untuk mengusut tuntas hingga meningkatkan status pemeriksaan dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) pematangan lahan hingga pembangunan Gedung Rektorat Universitas Werisar di Teminabuan, Kabupaten Sorong Selatan ke tahap penyelidikan hingga penyidikan,” ucap Warinussy.

Dari sisi hukum, kata dia, menurut amanat Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, jika perbuatan para pelaksana pengelolaan anggaran di Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Sorong Selatan telah melakukan perbuatan yang menjurus memenuhi unsur melawan hukum, maka diduga keras pasti terjadi kerugian negara,” kata Warinussy.

Kapolres Sorong Selatan sudah tentu, lanjut dia,  dapat meminta pihak auditor resmi pemerintah seperti Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi Papua Barat untuk menghitung nilai kerugian negara tersebut. Diduga keras telah terjadi pencairan anggaran dari BPKAD Kabupaten Sorong Selatan dalam tahun anggaran 2016 hingga 2021 ke Yayasan Tipari Teminabuan untuk maksud pengelolaan Universitas Werisar tersebut.

Dikatakannya dari data yang diperoleh Lembaga Penelitian, Pengkajian dan Pengembangan Bantuan Hukum (LP3BH) Manokwari terdapat belanja peningkatan mutu kesejahteraan dosen sejumlah Rp 1.452.000.000,- (satu milyar empat ratus lima puluh dua juta rupiah). Yang di dalamnya terdapat komponen insentif dosen S2 selama 6 (enam) bulan kepada 40 orang tenaga dosen serta insentif dosen S1 selama 12 bulan kepada 32 tenaga dosen.

Pertanyaannya, kata Warinussy, apakah benar dosen-dosen ini ada? Apakah benar mereka menerima pembayaran insentif tersebut?

Apakah benar ada kegiatan belajar mengajar yang berjalan dari Universitas Werisar tersebut? Dimana kegiatan belajar mengajarnya berlangsung ? Sehingga selain disidik dengan UU Tipikor, kami menduga terjadi pula dugaan tindak pidana pencucian uang melalui keberadaan Yayasan Tipari tersebut. Sehingga perlu diselidiki secara seksama oleh jajaran penyidik Tipikor di Polres Sorong Selatan. [EYE]

Please follow and like us:
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *