Deteksi Dini COVID-19, Dewan Sarankan Rapid Tes

Manokwari, PbP – Pasien positif yang sudah terpapar corona virus disease 2019 (COVID-19) di Provinsi Papua Barat semakin meningkat, dari catatan yang dihimpun media ini sudah 8 kasus terdiri dari Kota Sorong 5 orang, Manokwari 2 dan Teluk Bintuni 1.

Menurut juru bicara gugus tugas satgas COVID-19 Provinsi Papua Barat, dr Arnoldus Tiniap, sebagian besar pasien positif awalnya berstatus orang tanpa gejala (OTG), dimana penyebaranya melalui transmisi lokal.

Artinya orang tanpa gejala ini tidak memiliki riwayat perjalanan keluar daerah, sehingga terjangkit dari orang yang punya kontak dengan pasien positif corona sebelumnya.

Berdasarkan 8 kasus yang terdeteksi tersebut, Anggota DPR Papua Barat, Syamsudin Seknun, S.Sos.,SH.,MH meminta agar setiap masyarakat harus dilakukan pemeriksaan, dengan menggunakan rapid tes sebagai langkah pengecekan awal secara besar-besaran.

Tujuannya untuk melakukan pencegahan dini, untuk mengetahui penyebaran virus corona ini, karena orang tanpa gejala yang sehat saja ketika diperiksa SWAB dinyatakan positif.

“Saya berharap seluruh kepala daerah yang ada di Papua Barat, untuk mempersiapkan rapid tes sebagai langkal awal kita lakukan pengecekan sampel darah menggunakan rapid tes itu, sehingga secara dini terdeteksi siapa-siapa yang positif,” kata Syamsudin Seknun kepada media ini melalui telepon celulernya, Rabu (22/4).

Menurut Wakil Ketua Bapemperda DPR Papua Barat itu, langkah ini harus dilakukan untuk mempercepat penanganan dan pencegahan penyebaran virus corona ditengah masyarakat.

Dikatakan legislator muda ini bahwa, ada sejumlah daerah yang melakukan langkah pemeriksaan darah melalui rapid tes oleh semua masyarakatnya, setelah diketahui positif COVID-19, maka tim satgas langsung melakukan langkah selanjutnya, yaitu pengambilan Swab untuk dikirim ke BBLK Jayapura, Makassar dan Kemenkes RI supaya dilakukan pemeriksaan.

Lebih khusus daerah yang sudah masuk dalam zona merah yaitu, Kota Sorong, Kabupaten Manokwari dan Teluk Bintuni, hal ini dilakukan supaya petugas medis menyiapkan obat-obatan dalam rangka pencegahan awal sambil menunggu hasil swab.

“Hasil rapid tes yang menyatakan positif corona bagi seseorang belum tentu hasil swabnya positif juga bisa saja negatif, karena itu masyarakat jangan khawatir tetapi waspada kemudian membantu memberantas COVID-19 ini,” ujarnya.

Masyarakat lanjut dia, harus sadar bahwa selalu bersuara di dunia maya maupun nyata minta lockdown bandara dan pelabuhan, tetapi tidak mengurung niatnya untuk keluar rumah maka menyebaran virus melalui transmisi local tetap akan terjadi.

Ia pun mengimbau kepada masyarakat, untuk jangan lagi berkeliaran di luar rumah dengan alasan yang tidak jelas, berinteraksi dengan orang lain dan berkerumun sehingga memudahkan virus corona menyebar.

“Saya berharap kepada masyarakat Kota Sorong, Manokwari dan Teluk Bintuni tolong dengar dan laksanakan instruksi yang disampaikan pemerintah daerah, tentang langkah-langkah pencegahan COVID-19, karena tidak ada sesuatu yang tidak mungkin terjadi ketika virus terpapar, baik orang yang sehat maupun tidak sehat,” tandasnya.

Sementara, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Papua Barat (DPR-PB), Jongky Fonataba,S.E.,M.M mengatakan, untuk mendeteksi pasien covid-19, Pemerintah kota Sorong harus melakukan pemeriksaan dari rumah-rumah.

“Menurut saya solusi terbaik saat ini untuk kondisi kita di Kota Sorong dengan bertambahnya pasien positif corona adalah lakukan pemeriksaan semua warga masyarakat di Kota Sorong oleh tim dinas Kesehatan ke rumah-rumah penduduk di 41 Kelurahan yang ada di Kota tanpa terkecuali,” ujar Jongky Fonataba kepada saat dihubungi media ini melalui pesan singkat whatshapp (WA), Rabu (22/4)

Politisi Partai Demokrat ini menyarankan kepada wali kota Sorong, Drs.Ec. Lambert Jitmau, MM agar lebih tegas mengeluarkan instruksi, untuk mengantisipasi penularan COVID-19 di Kota Sorong.

“Tentu wali kota harus tegas mengeluarkan instruksi, untuk maksud tersebut dan bekali tim dengan peralatan tes yang memadai, langkah ini selain untuk cepat mendeteksi orang terinfeksi, tim bisa mendapati data riil yang akurat di lapangan, guna dilakukan antisipasi pencegahan perkembangan virus corona di Kota Sorong,” kata Fonataba.

Dikatakannya, karena memperpanjang penutupan akses bandara dan pelabuhan bukanlah satu-satunya jalan terakhir membebaskan Kota Sorong dari perkembangan virus corona.

“Terbukti masih bertambahnya pasien positif corona,” tegas Oki, sapaan akrab Jongky Fonataba.

“Hal lain yang juga saya perhatikan adalah warga kota yang belum mentaati instruksi menjaga diri dengan memperhatikan himbauan pentingnya sosial destancing dan physical destancing dari pemerintah akan menimbulkan bahaya baru,” pungkasnya. [ARS-MJ]

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *