Dewan Minta OPD Teknis Terbuka Soal Dana COVID-19

Waisai, PbP – Anggaran penanggulangan Covid- 19 untuk wilayah Raja Ampat, diperkirakan sebesar Rp 100 miliar lebih. Alokasi dana penanganan Covid-19 tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Raja Ampat.

Hal ini sebagaimana disampaikan Wakil Ketua II DPRD Raja Ampat Charles A. M. Imbir, ST.,M.Si kepada wartawan di Ruang Rapat DPRD, belum lama ini.

Menurutnya, anggaran penanggulangan Covid- 19 kurang lebih Rp 100 miliar lebih ini diperkirakan hingga Juni 2020, dengan rincian untuk tangani kesehatan senilai Rp 15 miliar, Bantuan Langsung Tunai (BLT) Rp 46 miliar, bantuan sembako Rp 30 miliar dan bantuan terhadap mahasiswa di berbagai kota studi Rp 400 juta. Khusus sembako rancangannya April Rp 9 miliar, Mei Rp 9 miliar, dan Juni Rp 9 miliar.

“Dinas terkait yaitu Perindag telah distribusikan sembako khusus di Kota Waisai sekitar Rp 1 miliar lebih pada April lalu. Sedangkan, 117 kampung dilakukan Bagian Umum Setda Raja Ampat, maka kita masih tunggu penjelasan dari kabag sebab tidak hadir hearing. Kemudian, tahap II sama III dibulan Mei dan Juni dana yang dipakai sekitar Rp 9,2 miliar, rencananya dibagikan sekalian, maka tiap KK berhak terima beras 20 kg,” ujarnya.

Charles mengharapkan agar dinas-dinas teknis yang menjalankan program penanganan Covid- 19 bisa maksimal serta lebih terbuka jika ada persoalan ditingkat pendistribusian. Kemudian, khusus untuk Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung (DPMK) diketahui bahwa pemerintah pusat khususnya Kemendes telah keluarkan Permendes agar setiap kampung mengalokasi dana Covid-19 Rp 100 juta dari dana desa.

Hal ini, kata dia, sangat penting dijelaskan oleh Kepala DPMK sudah sejauh mana tindak lanjut dari penggunaan dana desa/kampung.

“DPRD mendukung penuh langkah penanganan Covid-19 di Raja Ampat dan memberi apresiasi kepada pihak Pemda yang telah melakukan tindakan refokussing anggaran. Raja Ampat masuk di dalam daerah yang tak dilakukan penundaan dana 35 persen dari pusat. Kami juga berharap agar Pemda bisa membeli alat PCR, atau alat pendeteksi Covid-19 sehingga Raja Ampat cepat bebas dari pandemi,” pungkasnya. [TLS-MJ]

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *