Diduga Lalai, Bank Papua Waisai Digugat CV Putri Dai Suly

Sorong, PbP – Proses mediasi antara Direktur CV. Putri Dai Suly dan Kristien Tabita selaku penggugat  dengan Bank Papua Cabang Waisai selaku tergugat gagal memenuhi titik temu. Sidang gugatan sederhana pun lalu dilanjutkan dengan agenda mendengar jawaban dari kuasa hukum Bank Papua Cabang Waisai atas tuntutan Tim Kuasa Hukum Direktur CV Putri Dai Suly yang digelar di Ruang Tirta Pengadilan Negeri (PN) Sorong, Kamis (11/6).

Dalam jawabannya, Kuasa Hukum Bank Papua Cabang Waisai, Alexander Wambrauw, SH dan Priska Marlin memohon agar Hakim PN Sorong yang memeriksa dan mengadili perkara ini, agar menolak gugatan penggugat untuk seluruhnya.

Kuasa Hukum Bank Papua dalam jawabannya,  membantah pihaknya telah melakukan perbuatan melawan hukum atas proses pemblokiran dana sebesar Rp 447.923.524 pada rekening atas nama CV. Putri Dai Suly. Kuasa Hukum Bank Papua Waisai menguraikan bahwa pemblokiran dana dalam rekening CV Putri Dai Suly yang dilakukan oleh pihak tergugat punya dasar, dimana adanya surat Dinas Pekerjaan Umum, Pemerintah Kabupaten Raja Ampat tanggal 24 April 2020 perihal permohonan pemblokiran dana berdasarkan kontrak Nomor : 600//210.D/SP/FISPAPBD/DPU-R4/2019 tanggal 30 Oktober 2019.

Kuasa Hukum juga menyampaikan, Surat DPU Raja Ampat yang diperoleh penggugat merupakan tindak lanjut atas surat permohonan pemblokiran dari saudara Muhammad Chandra Eko tanggal 9 Maret 2020 yang intinya meminta pemblokiran dana sebesar RP 482.200.000 pada rekening CV Putri Dai Suly.

Saudara Muhammad Chanda mengajukan surat permohonan pemblokiran kepada DPU Raja Ampat, karena adanya surat perjanjian tanggal 28 Oktober 2019 yang telah ditanda-tangani bersama dengan penggugat. Dimana isi dari surat perjanjian tersebut penggugat memberi kuasa kepada Muhammad Chandra untuk melakukan beberapa pekerjaan yang seharusnya dikerjakan oleh penggugat berupa pekerjaan pembangunan Drainase Kantor DPU Raja Ampat, pengadaan computer dan laptop, pengadaan mesin foto copy dan pengadaan Ac.

Atas pemberian pekerjaan tersebut, kata kuasa hukum Bank Papua Waisai, saudara Muhammad Chandra berhak mendapatkan upah kerja sebagaimana diatur dalam surat perjanjian bersama penggugat. Bahwa sehubungan dengan telah selesainya pekerjaan yang dilakukan, maka DPU Raja Ampat selaku pemberi kerja mengeluarkan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) kepada Bank Papua Cabang Waisai.

Pihak tergugat dalam jawabannya, turut pula membeberkan fakta bahwa dana dalam rekening atas nama CV Putri Dai Suly sebelum pencairan SP2D tanggal 28 April 2020 adalah sebesar Rp 2.466.942.

“Hal ini menunjukkan bahwa dana Rp 447.923.524 pada rekening atas nama CV Putri Dai Suly merupakan dana yang berasal dari DPU Raja Ampat yang dipergunakan untuk pembayaran tagihan lunas 100 persen atas kegiatan penimbunan areal belakang kantor DPU, kegiatan pembangunan drainase Dinas PU, kegiataan pengadaan computer dan laptop yang dikerjakan oleh saudara Muhammad Chandra bukan untuk membayar utang penggugat kepada Toko Bahari Jaya.

Kuasa Hukum Bank Papua menegaskan pemblokiran tersebut segera dan seketika harus dilakukan untuk mengamankan dana tersebut, karena khawatir akan diambil penggugat yang diduga memiliki itikad tidak baik.

Pada sidang sebelumnya, Kuasa Hukum penggugat, Loury Da Costa, Areos B. Borolla, Jein R.A. Wosiri, Richard Rumbekwan mengajukan gugatan kepada Bank Papua Cabang Waisai karena dinilai telah lalai dalam melakukan pelayanan terhadap penggugat yang adalah nasabah  yang selayaknya mendapatkan pelayanan yang maksimal serta jaminan terhadap tabungan/simpanan uang miliknya  yang disimpan pada penggugat. Kelalaian tergugat dalam perkara ini, tergugat secara sepihak memblokir rekening CV Putri Dai Suly dan Rekening pribadi Kristien Tabita.

Tim Kuasa Hukum penggugat pun menyatakan secara tegas, bahwa tergugat telah lalai dalam melaksanakan prinsip kehati-hatian yang melekat pada diri tergugat dalam pelayanan terhadap nasabah/penggugat.

Akibat kelalaian itu, telah membuat penggugat selaku Direktur CV Putri Dai Suly mengalami kerugian Rp 250.694.850 dan mengalami kerugian atas pemblokiran rekening pribadinya senilai Rp 347.200.000. [EYE-MJ]

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *