Diminta, Galian C di Kota Sorong Ditertibkan

Manokwari, PbP – Hujan deras  yang mengguyur Kota Sorong, Kamis (16/7) mengakibatkan hampir semua kota bersama ini teremdam banjir dan tertutup longsor. Kejadian bencana alam ini membuat anggota Dewan Perwakilan Rakyat Papua Barat (DPR-PB) angkat bicara.

Legislator muda Papua Barat, Syamsudin Seknun,S.Sos., SH.,MH kepada Papua barat Pos melalui telpon selulernya, Rabu (22/7) mengatakan, terjadinya banjir dan longsor itu tidak terlepas dari menjamurnya pengelolah bahan galian C. Sekaitan dengan hal itu, anggota dewan berharap agar pengelolah bahan galian C yang liar dan tidak memiliki analisis dampak lingkungan (AMDAL) ditertibkan.

Dia menduga pemerintah sedikit pusing mengurus persoalan banjir , tetapi sisi lain memberikan ijin secara leluasa kepada pengelolah bahan galian C untuk beraktifitas sehingga menjadi sumbangsih terbesar mengakibatkan banjir.

“Sebab itu saya rekomendasikan kepada Pemerintah Kota Sorong untuk menertibkan pengelolah bahan galian C yang tidak memiliki standar AMDAL, bila perlu ditutup saja” tegas Syamsudin. Politisi NasDem itu menuturkan bahwa Pemerintah Kota Sorong jangan berpikir pemasukan, tetapi mengorbankan masyarakat seperti yang terjadi beberapa waktu lalu. Selain itu, Seknun juga mengingatkan kepada semua masyarakat supaya tidak membuang sampah sembarangan, untuk menjaga kebersihan maka ikuti anjuran pemerintah. “Buanglah sampah pada tempatnya, mari kita mengintropeksi diri agar supaya tidak terjadi banjir seperti yang sudah terjadi” pesan Sase. [ARS-SF]

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *