DPR-PB Harap Pemprov Perhatikan Mahasiswa di Kota Studi

Manokwari, PbP – Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi Papua Barat (DPR-PB) berharap, pemerintah daerah setempat dapat memberikan perhatian kepada mahasiswa yang menempuh pendidikan di beberapa kota studi.

Wakil Ketua DPR Papua Barat, H. Saleh Siknun, SE saat dihubungi Papua Barat Pos melalui telepon celulernya, Sabtu (25/4) mengatakan, hal ini telah disampaikannya saat kegiatan teleconference bersama Bupati/ Wali Kota se-Sorong Raya di Swissbell-hotel Manokwari, Jumat (24/4).

”Saat pertemuan kemarin ada beberapa hal yang kita dari DPR tekankan, yaitu kaitannya dengan bantuan sembako untuk mahasiswa yang ada didalam provinsi maupun di luar provinsi, gubernur sudah melakukan komunikasi dengan kepala -kepala daerah dan insya Allah para mahasiswa ini nantinya akan dibantu,” kata Siknun.

Pimpinan DPR Papua Barat ini menyambut baik komunikasi yang dibangun pemerintah provinsi dengan kabupaten/kota, sehingga pembagian sembako kepada mahasiswa Papua Barat itu segera direalisasi.

Pasalnya, dampak dari physical distancing beberapa pemerintah kabupaten/kota telah mengambil langkah sendiri untuk mengunci daerahnya masing-masing seperti Kota Sorong, Tambrauw dan Maybrat.

Sebagai akibat dari karantina wilayah yang berkepanjangan, membuat aktivitas ekonomi menjadi lambat. Konsekuensinya, pendapatan masyarakat pun menurun drastis, sehingga secara tidak langsung akan berdampak terhadap nasib mahasiswa, seperti terhambatnya uang kiriman bulanan dari orang tua mereka.

Mahasiswa asal Kabupaten Maybrat di Kota studi Yogyakarta mulai bersuara minta bantuan kepada pemerintah daerah, karena pembatasan sosial sehingga hanya bisa melaksanakan kuliah dari asramanya.
Selain itu, DPR Papua Barat juga meminta adanya perhatian pemerintah terhadap pelaku usaha mikro, karena secara ekonomi, daya beli masyarakat menurun, tapi mereka dihadapkan harus adanya pengembalian pinjaman.

“Sehingga kita minta kepada pemerintah agar menjadi perhatian bagaimana keringanam pembayaran, baik lewat bank ataupun koperasi-koperasi simpan pinjam, tapi semua itu akan dibicarakan lebih lanjut ditingkat tim ekonomi,” bebernya.

Politisi PDI Perjuangan ini juga menyuarakan pengamanan di daerah-daerah perbatasan, tetap akan dilakukan koordinasi dan juga kaitannya dengan faktor keamanan yang akhir-akhir ini sudah merisaukan masyarakat. “Ini juga akan di antisipasi oleh pihak keamanan,” tutup Siknun. [ARS-MJ]

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *