Dua Siswi SMA Agustinus Sorong Juara Dunia Karya Tulis Ilmiah

SORONG, PbP-Empat Siswi SMA di Kota Sorong berhasil menyabet juara dua lomba Karya Tulis Ilmiah Internasional atau Youth International Science Fair .
Kompetisi diadakan pada 08-12 Maret bertempat di Kampus Universitas PGRI Mahadewa Bali, diikuti siswa SMA dari 32 Negara.

Dari keempat siswa tersebut dua diantaranya berasal dari SMA YPPK Agustinus Sorong yakni Hellga Cathryn Emilia Pullu dan Khinantia Putri Tunisa Swara. Sedang dua peserta lainnya adalah Dealova Agustinus Haumasse dari SMA Negeri 4 Kota Sorong dan Mischa V. Kadmaerubun dari SMA YPPKK Moria Sorong.

Hellga dan kawan-kawan bisa mengikuti lomba karya ilmiah tingkat dunia karena sebelumnya mereka dibina dan difasilitasi oleh Yayasan Indonesia Sejahtera Barokah Terang Papua. “Kami memang sekolah di SMA Agustinus namun kami ikut lomba atas nama Yayasan Terang Papua ,” ungkap Hellga saat dijumpai di SMA Agustinus Sorong, Sabtu.

Siswi kelahiran Serui, 02 Juni 2006 mengisahkan ia bersama Khinantia dan beberapa temannya bergabung di Yayasan Terang Papua pada awal November 2022.

“Kami dibina di yayasan sejak November tahun lalu. Setiap minggu dua sampai tiga kali ikut bimbingan atau les tambahan di sana. Jam lesnya itu sore , setelah kami pulang sekolah,” kisah Hellga Puteri kesayangan dari pasangan Pdt. Hendrik Pullu dan Santi Managi.
Hellga menuturkan saat mengikuti lomba di Bali, dirinya sempat dirundung rasa kurang percaya diri (PD).

Hal itu karena ia harus berada di ruangan lomba untuk mempresentasikan makalahnya berbahasa inggris dihadapan para Juri yang berasal dari berbagai Negara seperti Malaysia, Vietnam dan negara lain.

“ Sempat gugup sih, khawatir, takutnya nanti tampil kurang bagus gitu. Tapi dalam keadaan itu saya langsung berdoa dalam hati sehingga perasaan khawatir ini hilang dan akhirnya bisa tampil dan puji Tuhan dapat juara,” cerita siswi kelas 11 ini.

Hellga mengakui bahwa penampilan bersama ketiga rekannya yang meraih juara pada lomba karya tulis ilmiah di Bali mendorong dirinya lebih percaya diri dan lebih giat lagi belajar untuk mencapai hal besar di waktu yang akan datang.

“Pokoknya ketika diumumkan kami juara dua aduh senang bukan main. Luapan kebahagiaan pasti ada dong,”ucapnya.

Berbeda dengan Hellga, Khinanthia Swara siswi kelahiran Sorong, 23 Agustus 2007 menceritakan saat penampilan pada lomba itu ia sama sekali tidak gugup atau grogi.

Khinanthia mampu menenangkan diri bahkan menguatkan ketiga rekannya untuk tidak takut atau gugup. Hal itu dikarenakan saat di Yayasan Terang Papua mereka sudah dibina, dilatih untuk bagaimana tampil di muka umum agar tidak grogi.

“ Saat di hadapan juri kita presentasikan karya tulis dengan bahasa inggris, ditanyain kita jelaskan semuanya pakai bahasa inggris,” ujar Puteri dari pasangan Edwin Swara dan Yanti Alfian Sampe ini.

Yang menarik dari Khinanthia adalah ia satu-satunya siswi kelas 10 atau kelas 1 SMA yang ikut lomba karya tulis ilmiah dan meraih juara. Padahal umumnya di bangku SMA karya tulis ilmiah baru akan diajarkan ketika sudah duduk di kelas 11 atau kelas 2.

Siswi berdarah China- Toraja ini mengakui bahwa prestasi yang diraihnya itu buah dari bertekun belajar, buah dari mengikuti pelajaran baik di sekolah atau ditempat bimbingannya.

“ Bagi saya,semua kami raih di lomba kemarin adalah tekun belajar,” ucap alumni SMP YPPK Donco Sorong ini.

Mewakili rekannya Khinanthia tak lupa menyampaikan terima kasih kepada orang tua, pihak Yayasan Terang Papua dan pihak SMA Agustinus yang telah membina dan mendukungnya sehingga meraih sebuah prestasi yang mengharumkan Kota Sorong, Papua Barat Daya dan Indonesia.

“Terima kasih untuk semua; orang tua, Yayasan dan untuk saya punya sekolah yang telah membina dan mendukung saya,”ungkap Khinanthia.

Sementara  Kepala SMA YPPK Agustinus Sorong Dra. Sekolastika A. Witanti, M.Pd yang ditemui di ruang kerja, mengungkapkan rasa bangganya atas  keberhasilan Hellga dan Khinanthia.

“Terus terang saya patut berbangga atas apa yang diraih oleh kedua anak kami ini. Mereka bisa sampai ditahap mengikuti lomba tingkat international itu sesuatu yang luar biasa membanggakan . Apalagi pesertanya dari 32 negara. Sekali lagi kami pihak sekolah bangga,”ungkap Sekolastika Witanti ketika dimintai tanggapannya.

Kepsek mengungkapkan, awalnya ia mengirimkan 13 anak SMA Agustinus kepada pihak Yayasan Terang Papua namun setelah diseleksi hanya 3 orang. Dari tiga anak ini, 1 anak mengundur diri sehingga tersisa 2 orang.

“Menurut saya mereka terpilih karena kemampuan mereka . salah satunya kemampuan berbahasa inggris , kemampuan berpikir cepat, berpikir kritis, kemampuan menulis karena ini lomba karya imliah tentu dibutuhkan kemampuan lebih,” Sekolastika menandaskan.

Menurutnya, dalam proses pembelajaran, menulis karya ilmiah adalah yang paling sulit. Ketika anak-anak diajari meneliti dan menulis karya ilmiah maka butuh waktu yang panjang untuk mencapai hasil yang maksimal.

“Bagi saya apa yang anak-anak alami itulah yang penting. Karena disitulah mereka dibentuk. Mungkin belajar di sekolah belum begitu detil untuk mengarahkan anak-anak sampai ke tahap itu, karena biasanya menulis karya ilmiah di kelas 2 atau kelas 11. Karena anak-anak ini ada yang masih kelas 10 tapi terpilih mengikuti lomba tentu mereka harus melewati hari-hari untuk belajar yang menurut saya itu sebuah proses pembentukan anak,”ulasnya lebih jauh.

Kepsek mengatakan proses pembentukan anak tentunya melibatkan kerja sama semua pihak  dalam hal ini pihak orang tua,  sekolah dan  pemerintah termasuk lembaga lainya seperti Yayasan Terang Papua.

“ Jika ada lembaga yang mau bermitra dengan kami, meminta untuk mengikutsertakan anak-anak kami , saya akan fasilitasi dan mendukung. Baik di bidang akademik maupun bidang lainnya seperti olah raga dan seni  demi untuk pengembangan bakat anak kami akan mendukung,”imbaunya.

Ditempat terpisah Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sorong Yuli Atmini, S.Sos.,MM mengapreasia pihaknya Yayasan Terang Papua yang telah ikut berperan membantu Pemerintah mencerdaskan anak bangsa.

“Atas nama Pemerintah menyampaikan terimakasih kepada pihak yayasan juga kepada anak -anak dari tiga sekolah yang mengharumkan Kota Sorong , Papua Barat Daya dan Indonesia dipentas dunia,”ujar Yuli saat ditemui di kantornya.(YOS)

Please follow and like us:
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *