Dua Staf Khusus Presiden Berbagi Pengalaman Bisnis Kepada Milenial Kota Sorong

Sorong, PbP – Dua Staf Khusus Presiden Gugus Muda, Gracia Billy Mambrasar dan Putri Tanjung, melakukan tatap muka berbagi pengelaman bisnis dengan para kaum milenial, yang ada di Kota Sorong, Rabu (26/2). Kedua Staf Khusus Presiden ini sekaligus menjadi pembicara tentang ‘Peran Pemuda Papua Dalam Dunia Bisnis’.

Gracia Billy Mambrasar mengatakan, Presiden Republik Indonesia Jokowi memiliki program ingin membangun secara merata di seluruh Indonesia, khususnya pembangunan manusia. Salah satu cara terbaik yang dilakukan adalah dengan meningkatkan jumlah wirausahawan muda, khususnya di Papua Barat.

“Saya bersama Putri Tanjung memiliki goal yang sama, yakni melaunching pergerakan muda bergerak. Dimana kami ingin anak-anak muda Papua bisa menjadi wirausahawan muda. Kenapa? karena kalau semua berharap jadi PNS atau bekerja di sektor swasta, itu opportunity terbatas,” ungkapnya.

Menurutnya, dengan menjadi wirausahawan, mereka bisa merekrut pengangguran dan kemiskinan akan berkurang. Jangan sampai pengusaha itu cuman ada di Jawa, tapi anak Papua juga harus tunjukkan kalau mereka juga bisa jadi wirausahawan berskala besar.

“Kaum milenial Papua saat ini, berbeda dengan yang dulu. Dimana anak milenial Papua saat ini, mereka punya niat untuk menjadi pengusaha. Meskipun mereka memiliki kreativitas, ide dan kecerdasan, tapi sayangnya mereka tidak punya mentor dan tidak ada yang mendampingi bahkan tidak ada yang memberikan akses. Makanya kami muncul supaya bisa mendampingi anak-anak Papua agar bisa memiliki bisnis, tidak hanya di level nasional tapi level internasional,” tandasnya.

Oleh karena itu, sebagai anak muda Papua, ia juga meminta kepada pemerintah daerah agar bisa melihat dan memberikan dukungan kepada anak muda Papua, agar bisa menjadi pebisnis.

Sementara, Staf Khusus Presiden Gugus Muda Putri Tanjung mengatakan, pengusaha adalah pekerjaan yang sangat mulia. Karena pengusaha bisa menggerakkan ekonomi Indonesia dan juga bisa memberikan lapangan kerja yang lebih luas lagi.

Selain itu, kata dia, pengusaha juga sangat dibutuhkan, karena pengusaha adalah orang-orang yang bisa melihat peluang dan bisa menyelesaikan banyak masalah yang ada di Indonesia dengan solusi-solusi kreatifnya.

“Jadi, we needs enterpreuner, makanya kenapa ada pergerakan ini, karena kita ingin bukan hanya menyemangati anak-anak muda untuk menjadi pengusaha, tapi juga ada komunitas yang bisa membantu pengusaha lebih ups skeeling lagi,” bebernya.

Peluang bagi anak milenial di Papua, menurut dia, sangat besar. Hal ini dibuktikan dengan begitu banyak enterpreuner di Papua.

“Saya senang sekali sejujurnya bisa kesini. Karena jujur, aku tidak tahu tentang Papua. Tapi setelah ketemu Billy dan dia bercerita tentang begitu banyak enterpreuner di Papua dan setelah melihat produk-produk mereka, menyentuh sekali. Ternyata sangat bagus,” ucap Putri.

Kata dia, quality produk dari pengusaha Papua sebenarnya tidak kalah sama produk bukan saja yang di Jakarta, melainkan diluar negeri.

“Saya sangat optimis, makanya senang sekali bisa kesini dan bisa berdiskusi dengan mereka. Bahkan saya punya ide untuk memperkenalkan mereka kepada beberapa investor, berkolaborasi bersama beberapa komunitas untuk meningkatkan desain produk dan segala macamnya. Juga bisa langsung mengconnect mereka dengan industri agar bisa berkolaborasi dan nilai perusahaan bisa lebih tinggi lagi,” pungkasnya. [JEF-MJ]

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *