Enam Bulan Pariwisata di Raja Ampat Mati Total

Manokwari, TP – Objek wisata di Kabupaten Raja Ampat, selama pandemi Covid-19, sangat sepi dikunjungi oleh para wisatawan maupun turis.

Anggota DPR Papua Barat Daerah Pemilihan (Dapil) Raja Ampat, Enos Rumpaidus menyampaikan, kunjungan wisatawan maupun turis di tempat-tempat wisata di Kabupaten Raja Ampat sepi sejak Maret- Agustus 2020.

“Sejak dari bulan tiga sampai delapan 2020, saya lihat perekonomian dari pariwisata di Raja Ampat mati total,” kata Rumpaidus kepada Tabura Pos di salah satu hotel di Manokwari, belum lama ini.

Perekonomian dari objek pariwisata baru terlihat hidup kembali dengan adanya kunjungan turis dan wisatawan sejak bulan sembilan sampai saat ini.

“Selama mati total, tidak ada income sama sekali buat masyarakat yang mengelola tempat pariwisata itu. 90 persen peralatan masyarakat juga rusak, karena tidak ada pelancong yang datang. Mulai saya lihat ada turis yang datang mulai bulan sembilan sampai sekarang itu pun satu dua,” jelas Rumpaidus.

Menurut pengamatannya, masyarakat yang dulunya mengelola tempat pariwisata seperti homestay, selama pandemi Covid-19 terpaksa beralih profesi berkebun dan melaut.

“Mereka melakukan itu supaya tetap bertahan di tengah pandemi Covid, syukur ada bantuan dari pemerintah untuk masyarakat, yaitu bantuan umum, tetapi untuk khusus pariwisata saya lihat memang tidak ada,” jelas Rumpaidus.

Menurutnya, kondisi pandemi Covid-19 untuk sektor pariwisata memang sangat dilema, sekalipun pemerintah setempat nantinya sudah mulai membuka kembali objek wisata dengan jaminan Raja Ampat bebas dari Corona, hal itu belum tentu dapat meyakinkan para turis,  sebab kondisi pandemi yang masih global di Indonesia.

“Kalau pemilik resort,  homestay yang memiliki jaringan luas, bisa satu dua mendatangkan turis,  namun kalau tidak, tentu sangat susah apalagi kondisi masih dipengaruhi Covid, sehingga beralih profesi berkebun dan melaut saya pikir pilihan yang tepat sambil menunggu Corona berlalu,” pungkas Rumpaidus. [SDR-MJ]

Please follow and like us:
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *