Fokus Program CSR Pertamina Fokus Empat Pilar

Sorong, PbP –  PT Pertamina (Persero) dalam tanggung jawab Corporate Social Responsibility (CSR) diarahkan untuk mengatasi berbagai problem di sekitar. Arya Dwi Paramita selaku Vice President CSR & Small Medium Entreprise Partnership Program (CSR & SMEPP) PT Pertamina (Persero) mengatakan di Pertamina itu prinsipnya ada empat pilar.

Pertama adalah pendidikan, kesehatan, lingkungan, dan kemandirian ekonomi. Pada kesempatan di hari ini,  ia baru saja menjalankan program membantu Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Sorong ini perdana, untuk 28 mitra binaan usaha kecil.

“Kalau untuk yang tadi pagi itu, program di bidang ekonomi. Jadi kita mau membangun kemandirian masyarakat supaya mereka lebih bisa mandiri dan berkelanjutan. Dari sini ada hal lain juga dari kita di bidang kesehatan, kalau di dalam Suistanable Development Goals itu di sana ada tentang kesehatan Ibu dan anak. Nah, dari Pertamina juga fokus kesehatannya. Intinya mengurangi tingkat kematian Ibu dan anak terutama bayi dan hal-hal yang terkait dengan gizi”, ucapnya saat di wawancarai Papua Barat Pos bertempat di hotel Vega, Jum’at (18/9).

Untuk lingkungan, kata Arya, program Pertamina lebih diarahkan kepada bagaimana melestarikan alam. Dalam hal ini lingkungan hidup, baik itu flora dan fauna serta tanaman dan hewan endemic. Pada konteks ini ia mengaku memang sebagai perusahaan energi itu paham tentang dampak mengenai operasi. Di berbagai daerah memiliki potensinya masing-masing baik itu lingkungan maupun potensi hewan endemiknya.

“Artinya apa? Bahwa setiap program CSR itu berangkat dari survey, jadi ada mapping terlebih dahulu. Misal di tempat ini di tanam kopi padahal di daerah pantai, kan tidak nyambung. Semua itu berangkat dari pemetaan manusianya, lingkungannya, dan ekonominya. Ketiga aspek ini yang umum”, sambung Arya.

Untuk program prioritas, Arya katakan berangkat dari pemetaan, ada dua dasar yaitu peluang mengantisipasi resiko dan peluang untuk dikembangkan. “Yang kalau dalam SDGsnya pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan dan terbukanya peluang usaha kerja. Jadi dari sana nantinya bisa di lihat mau di dorongnya dimana,” terang Arya.

Oleh sebab itu, lanjut dia, mengapa tadi rekan-rekannya di Sorong menyalurkan program kemitraan, mendorong pinjaman ke usaha kecil, karena dengan membantu satu pengusaha kecil itu akan efeknya berkelanjutan.

Arya juga berkata di Pertamina memberikan beasiswa, tetapi tidak hanya sekedar memberi. Pertamina perlu melihat potensi anak yang nantinya akan diseleksi untuk bisa dari sisi pendidikannya, sehingga bisa berkembang, karena dari pendidikan yang kental itu masih dari filantropi dan beasiswa. Pihaknya akan mengenalkan ke impact ekonominya bagi sekitar.

“Untuk respon masyarakat sendiri, Alhamdulillah positif, terlebih lagi di masa pandemi ini yang semua orang merasakan membutuhkan bantuan. DSeperti kemarin Pertamina di seluruh Indonesia melakukan gerakkan Pertamina bersama UMKM untuk membantu covid-19″.

Mereka, kata Arya, “memproduksi barang-barang yang dibutuhkan, kami yang menyerap dan donasikan ke tempat-tempat yang membutuhkan bantuan. Itu nilai transaksinya hampir 11 miliar, kebayang ngak UMKM se-Indonesia. Ada juga cerita tukang las yang buat tandon tempat cuci tangan itu menyelamatkan keluarga tiga generasi”, ceritanya dengan semangat.

Ke depan sendiri, rencananya CSR Pertamina harus tetap berfokus menopang bisnis. “Kenapa sih bisnis? Karena ada aspek nilai lebih disitu. Harus ada nilai lebih, agar bagi penerima manfaat dan perusahaan. Kenapa perusahaan? Karena kalau tidak ada lebih manfaatnya dari perusahaan, ini akan selesai semuanya. Jadi ke depannya tentang bisnis, tapi bukan berarti menang sendiri”, pungkasnya. [CR35-SF]

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *