Fraksi Golkar Walk Out Saat Sidang LKPj Bupati

Waisai, PbP – Anggota DPRD Fraksi Golkar Raja Ampat aksi walk out, atau keluar meninggalkan ruangan sidang di saat rapat paripurna pleno III yang beragenda mendengarkan laporan komisi-komisi terhadap LKPj bupati tahun anggaran 2019, Senin (13/7) sekitar pukul 10.14 WIT. Fraksi ini terdiri 7 kursi DPRD masing-masing dari partai Golkar empat, partai Hanura dua dan partai NasDem satu.

Alasan mereka memilih sikap keluar tinggalkan rapat pleno karena pimpinan yakni, ketua DPRD tidak respon masukan komisi I. Dimana, belum melakukan pembahasan dokumen LKPj secara internal. Begitupula tuntutan dari Aliansi Peduli Masyarakat Raja Ampat (Ampera) disaat demo beberapa hari lalu minta DPRD tak melanjutkan pembahasan LKPj sebab sudah dapat WTP.

“Jadi, fraksi golkar mengambil tindakan keluar atau walk out tinggalkan ruang sidang pleno III karena pertimbangan ini. Sekarang bagaimana DPRD tahu kekurangan yang ada didalam LKPj bupati 2019 sementara dokumen tidak dibahas oleh komisi secara internal, inikan tidak benar”, tegas ketua fraksi golkar Raja Ampat, Martinus Mambraku di kantor DPRD, kemarin siang.

Sama halnya tuntutan Ampera, lanjut dia, harus direspon baik oleh DPRD sebelum melanjutkan pembahasan terhadap LKPj bupati tahun 2019. Tapi secara fakta tanggapan ataupun masukan dari anggota komisi ini tak direspon oleh ketua DPRD, dan terus melanjutkan sidang LKPj. Ada dua undangan diterima DPRD, pagi pandangan komisi lalu sore lanjut jawaban eksekutif.

Martinus juga menegaskan, tindakan Walk Out oleh fraksi golkar bukan konteks menolak atau terima LKPj bupati tahun anggaran 2019. Juga bukan melawan sistem yang ada, tapi semata-mata adalah untuk selamatkan lembaga DPRD dari tuntutan-tuntutan hukum. Sebab siapapun dia tidak akan tau apa yang terjadi dikemudian hari atas pengesahan LKPj 2019 tersebut.

“Kita sudah tanam bahwa, Golkar adalah suara rakyat, dan suara rakyat ini adalah suara Tuhan sehingga kamipun ditegur oleh Tuhan jika turut melakukan hal yang salah. Makanya, kita fraksi golkar ambil sikap tindakan tegas walk out dari ruang sidang. Tetapi, kalau teman-teman DPRD lain lanjutkan di luar fraksi Golkar, itu risiko tiap individu anggota DPRD,” tutup Martinus. [TLS-SF]

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *