Gubernur Mandacan Ajak Semua Suku Bangun Papua Barat

Manokwari, PbP – Gubernur Provinsi Papua Barat Drs. Dominggus Mandacan mengatakan provinsi ini ibarat rumah besar yang selalu terbuka untuk menerima keberagaman suku di Indonesia. Hal itu dikatakan Mandacan, saat membuka musyawarah besar (Mubes)  I suku Byak wilayah Papua Barat di kabupaten Manokwari, Jumat (11/6).

Mandacan mengatakan, hidup rukun dalam keberagaman suku-suku asli Papua bersama suku nusantara merupakan sebuah kekuatan yang patut dipelihara di provinsi ini. “Papua Barat ini rumah besar untuk semua suku di Indonesia. Dengan damai dan kebersamaan saya ajak kita bersama bangun Papua Barat,” kata Gubernur Dominggus Mandacan.

Gubernur juga mengatakan suku Byak sebagai salah satu suku asli Papua yang punya kontribusi besar dalam sejarah peradaban keagamaan dan pendidikan di tanah Papua. “Saya sebut suku Byak adalah ‘suluh’ atau suku pembawa terang bagi suku-suku asli Papua karena pengajaran agama dan pendidikan yang mereka ajarkan bagi sesama suku asli Papua ratusan tahun silam,” kata Gubernur Dominggus Mandacan.

Mandacan berharap melalui mubes I suku Byak dapat mempersatukan kembali suku Byak lewat kepengurusan tingkat provinsi hingga kabupaten/kota. “Mubes ini kiranya dapat merekatkan kembali suku Byak dalam mendukung pembangunan di provinsi Papua Barat,” ajak Gubernur Dominggus Mandacan.

Sementara ketua panitia Musyawarah Besara I suku Byak wilayah Papua Barat, Filep Wamafma mengatakan tujuan penyelenggaraan kegiatan itu untuk bangkitkan kembali eksistensi suku Byak di tengah arus pembangunan kekinian.

“Saya perlu tegaskan, bahwa tak ada unsur politik dalam mubes Byak, ini murni untuk membuktikan bahwa suku Byak bersatu dan tidak termakan zaman ditengah arus globalisasi,” kata Filep Wamafma.

Senator Papua Barat ini juga mengatakan bahwa lewat mubes itu, suku Byak di Papua Barat mampu menjalin kembali persatuan atau Kobe Oser (bahasa Byak). “Mubes ini untuk menyatukan kita suku Byak di Provinsi Papua Barat dalam menunjang pembangunan daerah ini, tapi juga mampu menata kembali dirinya sendiri lewat kepengurusan tingkat provinsi hingga kabupaten dan kota,” kata Filep Wamafma.

Turut hadir dalam pembukaan mubes itu, Mananir Beba (kepala suku besar) suku Byak, Yan Pieter Yarangga yang diwakili ketua III Dewan Adat Byak Konstan Rumabar, kepala-kepala suku asli Papua dan nusantara se-Papua Barat.(ARS)

Please follow and like us:
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *