Hadirkan Sejumlah Tokoh Intelektual Moi, Pemilihan Ketua Dewan Adat Distrik Klayili Diisi Seminar

Sorong, PbP – Sejumlah tokoh intelektual Suku Moi, hadir sekaligus memberikan materi dalam acara seminar sehari, dalam rangka pemilihan ketua dewan adat sub suku Moi Kilin wilayah Klayili, Kabupaten Sorong. Giat yang dilaksanakan di Kantor Distrik Klayili tersebut berlangsung pada Kamis (11/04/2024).

Adapun sejumlah tokoh intelektual Moi yang hadir dan memberikan materi dalam kegiatan tersebut yakni Melkianus Su, SE.,M.Si, Elisa Ulimpa, S.Sos.,M.Si, Hansen Maikel Su, S.Kep.,MA.,M.Kep, Yacub Su, ST.M.Si dan sejumlah tokoh lainnya.

Kegiatan dibuka oleh kepala Distrik Klayili Yohanis Sawisa, SE dimana dalam sambutannya, Sawisa menekankan pentingnya eksistensi dan peran serta dari lembaga kultur masyarakat adat, demi menjamin keberlangsungan, sekaligus memberikan pengayoman dan perlindungan kepada masyarakat adat, khususnya berkaitan dengan hak-hak dasar masyarakat adat itu sendiri.

Sawisa berharap, kepengurusan dewan adat ditingkat Distrik Klayili, yang nantinya tetpilih harus bisa menjalankan tugas dengan baik. Ia menekankan tugas dewan adat tidak mudah sehingga butuh kerjasama yang kuat, baik antara sesama pengurus dewan adat, masyarakat adat maupun pemerintah dan stakeholder lainnya.

Ia juga berpesan, agar ketua dan pengurus terpilih mampu menyelesaikan beban tugas yang belum selesai yang ditinggalkan pengurus lama, serta bisa mengembangkan hal-hal baik lainnya demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat ada di wilayah Klayili dan sekitarnya.

Sementara salah seorang tokoh intelektual Moi, asli Klayili Yacub Su, ST.,M.Si yang dihubungi awak media ini mengaku proses pemilihan ketua dan pengurus dewan adat wilayah Distrik Klayili berlangsung dengan aman dan lancar.

Yacub menyebutkan, kegiatan tersebut sepenuhnya dikoordinir oleh panitia yang diberi nama Salbaluk Pau Malalolo Wilayah Klayili, (suara hati/jeritan anak negeri Klayili) dibawah pimpinan ketua panitia Yulius Ulim.

Tokoh Intelektual Moi, Yacub Su, ST.,M.Si
Tokoh Intelektual Moi, Yacub Su, ST.,M.Si

Sebelum proses pemilihan, terlebih dahulu dilakukan acara seremoni pembukaan, kemudian diisi dengan seminar yang menghadirkan sejumlah tokoh intelektual Moi sebagai pembicara. Usai seminar baru dilakukan pemilihan, yang mana mekanisme pemilihan dilakukan dengan cara voting oleh tiap-tiap marga.

“Ada 14 marga yang ikut voting, masing-masing marga menyampaikan calon pilihan mereka lalu mengerucut hingga muncul satu nama dan ditetapkan menjadi ketua terpilih,” ujar Yacub.

Ia menyebutkan, dalam proses pemilihan satu nama yang terpilih yakni Absalon Ulim, yang kemudian ditetapkan sebagai ketua terpilih untuk periode lima tahun kedepan (2024-2029).

Kepengurusan Absalon Ulim menggantikan kepengurusan periode sebelumnya dibawah komando Nikidemus Malak.

Sebagai bagian dari anak adat, Yacub su juga berharap agar kepengurusan dewan adat yang baru ini bisa menyelesaikan semua persoalan yang masih tertinggal, seperti persoalan batas-batas hak ulayat antar marga di Klayili.

Ia menekankan, masalah batas wilayah adat antar marga harus dibenahi dengan baik, sehingga tidak menimbulkan persoalan dikemudian hari.

Selain itu, dewan adat harus jeli melihat peluang dan potensi di Klayili untuk kemudian dikembangkan demi menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat adat setempat.

“Kami melihat di Klayili itu banyak sekali potensi sumber daya alam, yang jika digali dan dikelolah dengan baik tentu bisa mendatangkan kesejahteraan bagi masyarakat. Nah ini yang kami harapkan dari dewan adat, agar proaktif membangun komunikasi dan kerjasama dengan pemerintah baik di tingkat distrik maupun kabupaten bahkan pusat, agar potensi yang ada ini bisa dikembangkan dengan baik,” ujar Yacub.

Selain itu, ia juga berharap agar pemerintah bisa memberikan perhatian khusus kepada warga Klayili, dengan menjamin ketersediaan akses transportasi dan komunikasi, sehingga kedepan Klayili dengan segala potensi yang ada bisa dikenal dan dilirik oleh pihak luar.

“Mungkin jalan ditingkatkan lagi supaya akses transportasi bisa lebih lancar. Kemudian akses komunikasi juga harus ditingkatkan lagi, supaya kedepan Klayili bisa semakin maju dan mampu bersaing dengan daerah lainnya di Kabupaten Sorong dan tanah Papua khususnya,” tutup Yacub. [JOY]

Please follow and like us:
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *