Kantor Dinas Koperasi Ludes Terbakar

Waisai, PbP – Gedung Kantor Dinas Koperasi dan UKM Raja Ampat ludes dilalap sijago merah, Selasa (17/11) sekitar pukul 16. 05 WIT. Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini, namun kobaran api dengan sekejap langsung meludeskan, dan menghabiskan semua ruangan kerja di gedung kantor Dinas Koperasi dan UKM tersebut.

Seluruh peralatan-peralatan kantor baik laptop dan komputer, AC maupun dokumen-dokumen ludes terbakar. Nampak yang terlihat hanyalah kerangka-kerangka bangunan dan puing-puing bangunan. Indikasi sementara kantor Koperasi dan UKM terbakar akibat korsleting listrik.

Kobaran api yang melanda Dinas Koperasi dan UKM yang berlokasi di kompleks kantor bupati ini, menjadi tontonan para pegawai dan warga. Bahkan kepala Dinas Koperasi dan UKM, Ria S. Umlati dikabarkan pingsan, karena kantor yang dipimpin ludes dilahap sijago merah. Berselang 1 jam kemudian tiga mobil tangki air baru bisa memadamkan api.

Seorang Pegawai Honorer Dinas Koperasi dan UKM, Pance Oskar Renoi (26) mengaku, api pertama dilihat bersumber dari atas bangunan di salah satu ruangan di kantor tersebut. Pance yang bertugas sebagai supir ini, sedang duduk bermain wifi sambil menunggu kepala dinas pulang kantor.

“Kejadian ini, kalau tidak salah sekitar pukul 16 .05 WIT. Saya sedang tunggu ibu (Kadis,red) di tempat parkir mobil sambil main wi-fi, tiba-tiba api terlihat dari satu ruangan kerja. Saya kaget sekali yang muncul bukanlah asap, akan tetapi langsung api. Saya tidak tahu api darimana itu, kemungkinan korseleting listrik,” ujarnya.

Sementara, Kapolres Raja Ampat AKBP Andre Manupatty, S.IK mengakui jika gedung Dinas Koperasi dan UKM terbakar. Asumsi sementara, kantor ini dilalap dijago merah dari keterangan saksi-saksi awal akibat arus pendek atau korsleting listrik. Dimana, api bermula diatas bangunan di salah satu ruang kerja sekitar pukul 16.05 WIT.

Begitu mendapat laporan, lanjut kapolres pihaknya langsung bergegas untuk mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan juga membagi tim dilapangan. Ada yang bertugas menghalau warga untuk tidak mendekat saat menonton, ada juga tim yang mengumpulkan informasi dan mencari saksi awal. Terakhir, tim identifikasi diturunkan untuk melakukan olah TKP.

“Untuk padamkan kobaran-kobaran api ini, kita menggunakan sumber daya yang ada disekitar Kota Waisai. Kita panggil mobil pemadam dari Bandara Udara Marinda dan mobil tangki milik swasta yang sehari-hari melakukan penjualan air untuk memadamkan api tersebut. Mobil tangki ini ada tiga yang dating,” kata kapolres.

Terkait langkah penyelidikan, kapolres mengaku, pertama pihaknya akan lakukan olah TKP dan mengambil keterangan kepada pegawai dinas Koperasi dan UKM yang hadir, juga saksi yang melihat langsung kejadian.

“Kita harap, semua keterangan bisa cepat terkumpul agar bisa mengetahui apa penyebab kebakaran tersebut. Nanti jika hasil sudah ada, akan kami sampaikan lebih lanjut,” kapolres. [TLS-MJ]

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *