Kapal Tabrak Karang di Raja Ampat Bagian Persaingan Wisata?

Waisai, PbP Belakangan ini, Kabupaten Raja Ampat yang terkenal dengan pariwisatanya, tengah menghadapi kerusakan karang yang diakibatkan kandasnya kapal-kapal pengangkut wisatawan.

Hal ini menjadi kekhawatiran tersendiri bagi pemerintah dan masyarakat, karena Raja Ampat yang terkenal dengan lautnya, bisa saja akan hilang jika terus terjadi pengrusakan secara sengaja maupun tidak.

Hal yang sama juga dikhawatirkan Ketua sementara DPRD Kabupaten Raja Ampat, Abdul Wahab Warwey, yang sangat menyayangkan beberapa insiden kapal pesiar yang kandas dan merusak karang di perairan Raja Ampat.

Dia juga khawatir, kapal-kapal wisata yang menabrak karang, adalah bagian dari kesengajaan, juga sabotase karena persaingan sektor pariwisata.

Apalagi menurut dia, Raja Ampat masih dikategorikan sebagai kabupaten baru dan masih seumur jagung di wilayah Papua Barat, namun sudah memiliki sektor pariwisata yang sangat luar biasa dan mendunia, lebih khususnya wisata keindahan bawah laut.

“Suka tidak suka, ke depan kita wajib dan harus mempertegas regulasi, sehingga lebih teratur dan tertib. Kemudian semua kapal-kapal turis yang masuk Raja Ampat, wajib memakai guide lokal. Ini sangat penting, karena mereka tak saja antar tamu, tetapi punya tanggungjawab moral untuk jaga wilayahnya sehingga jauh lebih baik,”ujar Wahab, ketika ditemui di kantornya, Kamis (16/1).

Lanjutnya, sampai saat ini tercatat sudah ada lima kapal pembawa wisatawan yang kandas dan terindikasi merusak karang di laut Raja Ampat. Meski demikian, dia mengaku masih ada pikiran positif dari mereka anggota DPRD.

“Pada prinsipnya kita tetap berpikir yang positif, mungkin ada hal tidak disengaja, hingga kapal-kapal itu tabrak karang. Tetapi jika terus terulang, akan menjadi masalah serius. Maka harus ada regulasi tegas untuk jaga daerah ini. Tak hanya itu, kita juga berharap ada perhatian dari semua pihak,ā€¯tuntasnya. [TLS-HM]

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *