Kasus Septic Tank di Raja Ampat Harus Diungkap Hingga Akar

Waisai, PbP Anggota DPRD Kabupaten Raja Ampat, Charles A. M. Imbir, ST., M.Si, meminta pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Papua untuk serius menangani kasus dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) pengadaan 223 unit septic tank biotech, di Dinas Pekerjaan Umum (PU) Raja Ampat, yang telah merugikan negara senilai Rp. 3,5 miliar.

Menurutnya, kasus dugaan korupsi pengadaan septic tank biotech ini nyata terjadi dan bukan rekayasa. Dimana penyidik Kejati Papua, sudah menetapkan Kabid Bina Marga Dinas PU yang juga sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) berinisial MNU, menjadi tersangka utama dalam kasus tersebut. Oleh karena itu, dia meminta agar pihak Kajati Papua serius dan tidak boleh berhenti untuk mengungkap hingga akar masalah.

“Penyidik atau pun jaksa tidak boleh main-main dengan kasus ini dan harus lebih serius, harus berani masuk melihat peran aktor-aktor atau oknum-oknum yang terlibat di dalam kasus septic tank tersebut. Kasus ini harus secepatnya diungkap, sehingga publik tidak bertanya-tanya lagi,”tegas Charles kepada media ini melalui pesannya via WhatsApp, Sabtu (16/11).

Ketua DPC Partai Hanura Raja Ampat ini, juga mengingkan agar kasus pengadaan septic tank ini jadi pelajaran penting bagi anggota DPRD Raja Ampat, sehingga bisa melakukan pengawasan lebih ketat lagi dan jangan hanya duduk manis di ruangan dan terima gaji. Sebab menurut dia, pengadaan septic tank ini telah menelan dana Rp. 7.062.287.000.

“Ini pelajaran penting bagi DPRD untuk lakukan pengawasan lebih ketat lagi dan jadi perhatian kepolisian untuk berani mendeteksi, serta membongkar kasus-kasus lainnya. Penegak hokum, baik kepolisian dan kejaksaan harus periksa sampai  ke akarnya, sebab secara organisasi kasus ini pasti ada rantai komandonya,ā€¯ungkap Carles.

Sekedar diketahui, pengadaan 223 septic tank di Dinas PU Raja Ampat ini, telah menelan anggaran %p. 7.062.287.000 yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2018, dengan pelaksana proyek PT. APJ, serta telah melibatkan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM).

Dari 223 septic tank yang akan diadakan, sampai saat ini diketahui baru dikerjakan sekitar 26 unit dan telah merugikan negara sbanyak Rp. 3,5 miliiar. [TLS-HM]

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
2

1 Komentar

  1. Maju trus kejaksaan brantas para perampok

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *