Kecewa CV. Mambol Jaya Group Palang Tiga PT Sekaligus

CV. Mambol Jaya Group yang terdiri dari Kontraktor dan Leveransir serta masyarakat adat Kalobo melakukan aksi demo dan pemalangan terhadap PT. Jabaru Elektrodaya Telematika sekaligus melayangkan tuntutan kepada PT. Jaya Jaya Baru dan PT. Rekadaya, Rabu (18/1).

Pemalangan ini merupakan imbas dari janji manis dari ketiga perusahan terkait untuk membayar sewa alat berat, pelunasan material lokal, pelunasan ongkos muat dump truk yang telah berjalan 2 tahun lebih atas nama sub kontraktor dan masyarakat, namun belum juga terealisasi.
Pantauan media ini, selain berorasi CV. Mambol Jaya Group (Kontraktor dan Leveransir) serta masyarakat adat Kalobo melakukan pemalangan kemudian diikuti dengan upacara adat berupa 1 ayam putih, 3 gulung kain adat, telur ayam dan tembakau.
Tokoh masyarakat adat Kalobo, Ridwan Wafando menyampaikan harapan besar kepada perusahaan terkait kiranya segera mungkin melakukan pelunasan terhadap kerugian yang telah dialami masyarakat adat Kalobo dan CV. Mambol Jaya Group.
“PT. Jaya Jaya Baru dan PT Rekadaya harus bertanggung jawab atas pembayaran material lokal sertu tanah timbun dan batu serta ongkos muat kami bekerja menuntut hak kami yang selama ini belum terbayarkan, karena sudah lama kami menunggu,” pintanya.
Ia menjelaskan, jika PT Jaya Baru dan PT Rekadaya belum ada pelunasan maka pihaknya akan tetap melakukan pemalangan.


“Stop tipu kami orang Papua. PT. Jaya Baru dan PT. Rekadaya mohon kiranya melunasi pelunasan sewa alat berat, pelunasan material lokal, pelunasan ongkos muat dump truk yang sudah lebih 2 tahun dari tahun 2020-2023,” tegasnya.
Diakui bahwa, sebagai anak adat tentu pihaknya sangat mendukung pembangunan yang telah dilakukan pihak perusahan. Hanya saja, perusahan wajib hukumnya memperhatikan hak masyarakat yang telah digunakan pihak perusahan.
Manager PT. Rekadaya, Mangase menyampaikan harapan bahwa hak-hak yang menjadi tuntutan masyarakat akan dibayarkan. Dan menyampaikan permohonan maaf jika janji pembayaran tersebut telah berlarut-larut.
“Ini terjadi karena adanya miskomunikasi antar perusahan. Alangkah baiknya biarkan kami beroperasi untuk mendapatkan uang sehingga kami bisa membayar utang tersebut,” akunya.
Diakui bahwa pihaknya kini sulit mendapatkan dana untuk melunasi utang yang telah ada hingga saat ini. Sehingga diharapkan kepada masyarakat dan CV. Mambol Jaya Group untuk memberikan kesempatan kepada perusahan agar bekerja baik sehingga nantinya uang yang diperoleh langsung dibayarkan kepada pihak terkait.
Perlu diketahui bahwa sisa utang yang harus dibayarkan kepada masyarakat adat dan CV. Mambol Jaya Group smR Rp. 3 miliar. [MPS]

Please follow and like us:
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *