Keluarga Alifuru Minta 5 Pelaku Pengeroyokan Ditangkap

Sorong, PbP – Kapolres Sorong Kota, AKBP Ary Nyoto Setiawan mengatakan bahwa pihaknya telah mengamankan pelaku pengeroyokan yang telah memicu gejolak di Terminal Remu dan Kompleks Rumah Papan Kota Sorong, Kamis (10/9).

“Dua pelaku pengeroyokan sudah kita tangkap, saat ini diamankan di Mapolres Sorong Kota,” kata kapolres di Remu, Jumat (11/9).

Lanjut kapolres, pihaknya juga akan memeriksa sejumlah saksi untuk mendapat gambaran kejadian yang sesungguhnya hingga jumlah pelaku yang menyebabkan korban sampai saat ini masih menjalani penanganan medis di RSUD Sele Be Solu.

“Kita dari pihak kepolisian bekerja sesuai prosedur dan profesional. Karenanya kami meminta untuk semua pihak kerabat dan keluarga untuk tetap sabar dan menaati aturan yang ada,” ujar kapolres.

Disinggung terkait gejolak yang sempat terjadi di Terminal Remu, kapolres memastikan kejadian tersebut sudah reda. Dimana menurutnya pihak keluarga korban bisa menerima pengertian terkait proses hukum yang sedang anggota kepolisian jalankan.

Sementara itu Agus Tuapetel selaku Sekertaris Umum Alifuru Sorong Raya, mengaku sangat menyesalkan tindakan pengeroyokan yang dilakukan oleh sejumlah pria terhadap Jadt Sahetapy yang tidak lain adalah keluarga mereka.

“Kalau menurut korban, awalnya teman-teman supirnya sudah mengingatkan korban kalau sedang terjadi keributan di Pasar Remu. Dari situlah korban yang adalah seorang supir taksi kemudian memutar balik kendaraannya. Namun sesampainya di depan Bandar Udara Domine Eduard Osok (DEO) korban kemudian ditahan dan dikeroyok oleh 7 orang pria yang saat itu bersenjatakan tombak, kayu, parang, dan panah. Alhasil saat ini korban masih menjalani perawatan di rumah sakit, akibat mengalami dua luka sabetan pada bagian kepala belakang dan satu luka sabetan pada tangan,” beber Agus yang ditemui di Mapolsek Sorong Timur, Jumat (11/9).

Meskipun masih belum terima dengan kejadian itu lanjut Agus, pihaknya tetap mempercayakan pihak kepolisan untuk menangani kasus pengeroyokan itu.

“Terkait dengan permasalahan yang terjadi, tentunya akan ada yang salah dan benar, walaupun saat ini pihak kepolisian masih menerapkan asas praduga tak bersalah. Tapi kembali lagi, benar dan tidaknya nanti ditentukan di pengadilan, begitulah alurnya. Karenanya saat ini, kami dari pihak keluarga Jadt hanya bisa mendukung dan menyerahkan semua penanganan kasusnya kepada pihak yang berwajib,” jelas Agus.

Sementara itu, Helmy Patty selaku Ketua Pemuda Alifuru Sorong Raya mengatakan bahwa pihaknya tidak pernah membela hal-hal yang salah atau melanggar hukum. Bahkan kata Helmy pihaknya sangat mendukung penegakan hukum yang dilakukan oleh pihak yang berwajib.

“Kalau saudara kami salah, kami terima dan siap saudara kami diproses. Tapi kalau mereka tidak terbukti bersalah, saya minta kepada pihak kepolisian untuk segera menangkap kurang lebih 5 pelaku lagi yang telah mengeroyok saudara kami,” tegas Helmy di Mapolsek Sorong Timur, Jumat (11/9).

Helmy menambahkan kalau Pemuda Alifuru berkomitmen menjaga kamtibmas di Sorong Raya, mengingat pihaknya bukanlah pembuat onar dan keributan.

“Kami pemuda Alifuru sangat mendukung dan menjaga kamtibmas. Karenanya saya bilang tadi, polisi harus menangkap 5 pelaku lagi yang masih di luar ini, kalau bisa dalam 1×24 jam, supaya kamtibmas di Sorong Raya ini bisa terjaga. Jangan sampai karena masalah ini tidak teratasi, akan muncul masalah-masalah serupa. Pastinya kita semua tidak mau masalah seperti ini terus menjadi kebiasaan di Kota Sorong,” kata Helmy.

Di tempat yang sama, salah satu Tokoh Pemuda Maluku, Lexy Sitanala sangat menyayangkan tindakan pengeroyokan yang menyebabkan salah satu keluarga Alifuru mengalami luka parah. Meskipun demikian Lexy menginginkan agar situasi di Kota Sorong tetap kondusif dan aman terkendali.

Lexy juga percaya Kapolres Sorong Kota dan jajarannya akan bekerja secara profesional, terbukti dengan sudah diamankannya 2 orang pelaku pengeroyokan.

“Selain mempercayakan semuanya kepada pihak kepolisian, saya juga berharap tidak ada stigma negatif dari pihak manapun terhadap pemuda Maluku. Karena saya percaya anak-anak Maluku di Sorong Raya ini juga mendukung tertibnya kamtibmas, karena mau keadaan di tempat tinggal mereka aman dan nyaman,” kata Lexy.

Diakhir wawancaranya, Lexy juga berharap tidak ada lagi pengerahan-pengerahan massa dari pihak manapun yang tentunya dapat mengganggu keamanan dan kenyamanan warga lain yang mendiami Sorong Raya. [GPS-SF]

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
3

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *