Kisah Asmara Kopasus ‘Gadungan’ Berujung Ancaman Pidana

Sorong, PbP – Sebuah hubungan, bila dibangun dengan kebohongan akan berakhir dengan petaka. Itulah yang dialami Dymas Ramadhani. Dia harus duduk di kursi pesakitan, karena kebohongannya terkuak.

Dymas dan korban berkenalan melalui layanan media sosial sejak bulan Maret 2018. Setelah berkenalan, sekitar beberapa bulan kemudian, Dymas dan korban bertemu. Singkat cerita Dymas dan korban pun akhirnya jadian (berpacaran). Selama berpacaran Dymas mengaku sebagai Anggota TNI Angkatan Darat dari Satuan Kopasus di Cijantung yang sedang bertugas di luar Kota Sorong.

Korban selama berpacaran sangat yakin bahwa Dymas merupakan anggota Kopasus, sebab Dymas sering mengunakan atribut TNI. Dymas diketahui oleh korban sedang dalam penyamaran sebagai karyawan PT Pertamina untuk mengawal petinggi Pertamina.

Terdakwa Dymas yang ngaku anggota Kopasus untuk menipu seorang wanita menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Sorong, Kamis (15/4/2021). Foto: EYE
Terdakwa Dymas yang ngaku-ngaku anggota Kopasus untuk menipu seorang wanita menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Sorong, Kamis (15/4/2021). Foto: EYE

 

Korban makin yakin pujaan hatinya tersebut adalah kesatria, sebab Dymas menyampaikan kepada korban sering bertugas ke tempat terjadinya tindakan kriminal atau kerusuhaan. Bukan cuma sampai disitu saja, Dymas pun menjanjikan akan menikahi korban saat menghubungi orang tua korban.

Selama berpacaran dengan korban, Dymas meminta korban untuk membiayai kebutuhan hidupnya sebulan Rp 1 Juta. Tidak hanya itu, Dymas pun oleh korban dikatakan pernah meminjam uang kepada orang lain dengan mengadaikan BPKB Motor milik korban. Korban tentu saja percaya, sebab Dymas menjanjikan akan menganti biaya tersebut.

Tidak sampai disitu saja, Dymas pun sering mengambil uang melalui ATM milik korban. Motor milik korban pun selalu dipakai Dymas. Korban tentu saja percaya dengan Dymas yang mengaku sebagai Anggota Kopasus tersebut, sebab Dymas mengatakan di Jakarta dia memiliki dua unit sepeda motor, namun selama bertugas di Sorong Dymas tidak memiliki kendaraan.

Sepandai-pandainya bangkai disimpan, baunya tentu akan tercium juga. Kebohongan Dymas mulai terkuak pada 09 Januari 2021. Ketika itu, Dymas sedang bersama korban di rumah kost, Dymas kemudian mengobrol di telpon seolah-olah sedang berbicara dengan Panglima TNI.

Setelah Dymas menutup telpon, korban lalu meminta Dymas untuk menunjukan isi panggilan masuk dari Handphone Dymas. Namun Dymas bersikeras tidak mau memperlihatkan Handphone miliknya.

Saat itu ,Dymas mengatakan sebenarnya semenjak bulan Oktober 2020 sudah mengajukan pengunduran diri di satuannya dan SK pengunduran diri keluar pada bulan Januari 2021. Saat itulah korban mulai curiga bahwa Dymas adalah Kopasus gadungan (ngaku-ngaku anggota,red) dan meminta ganti rugi pengeluaran uang yang telah korban berikan selama berpacaran.

Korban pun meminta Dymas agar mempertemukan diri korban dengan orangtua Dymas. Sesampainya di rumah orang tua Dymas di SP 2 Kabupaten Sorong, di sana orang tua Dymas mengaku kalau Dymas bukanlah anggota Kopasus.

Saat itu, orangtua Dymas meminta waktu satu minggu kepada korban agar bersabar dan akan mencari uang untuk menganti kerugian yang telah dialami korban senilai Rp 50 juta.

Namun dalam kurun waktu tersebut, Dymas dan orangtuanya tidak bisa memenuhi janji yang diucapkan, akhirnya korban pun melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwajib.

Akhirnya, Kamis (15/4/2021) Dymas pun harus duduk di kursi pesakitan di Pengadilan Negeri (PN) Sorong untuk mendengar dakwaan yang dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum, Alwin Michel Rambi di muka majelis hakim yang diketuai oleh Rivai Rasyid Tukuboya. Dymas diancam dengan pasal 378 KUHP.

Setelah mendengakan pembacaan dakwaan, majelis hakim kemudian menunda sidang hingga minggu depan dengan agenda pemeriksaan saksi yang diajukan oleh JPU. [EYE]

Please follow and like us:
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *