Kisruh Golkar Maybrat, DPD Papua Barat Bakal Beri Sanksi

Sorong, PbP – Kader Partai Golkar Kabupaten Maybrat, Thomas Aitrem secara tegas menolak hasil rapat pleno DPD II Golkar Maybrat yang digelar di Ayamaru, pada Selasa (13/7). Aitrem menekankan, pihaknya menolak pelaksanaan dan hasil rapat tersebut karena dinilai melanggar aturan main partai.

Saat menghubungi Papua barat Pos via telephone, Kamis (15/7) Aitrem menyatakan, selaku kader Partai Golkar Maybrat yang juga sebagai pengurus DPD I Papua Barat yang membidangi biro pemenangan pemilu dapil 4, serta selaku anggota fraksi Golkar DPRD Maybrat, dirinya merasa perlu untuk menyikapi pelaksanaan rapat pleno, yang diinisiasi oleh Kader Golkar Maybrat Bernard Sagrim dan Sarteis Wanane.
Pasalnya, kata dia, dalam rapat tersebut telah disepakati untuk pembentukan panitia musyawarah daerah (Musdah) III DPD II Golkar Maybrat. Hal ini, kata dia sangat tidak sesuai dengan konstitusi partai baik AD/ART, Peraturan Organisasi (PO), Juknis maupun Juklak Partai Golkar.
“Saya selaku kader Golkar Maybrat yang juga sebagai anggota fraksi Golkar maybrat dan pengurus DPD Papua Barat menilai bahwa hasil rapat yang telah diselenggarakan Bung Bernard Sagrim dan Bung Sarteis Wanane menurut kami itu rapat illegal, karena rapat tersebut tidak sesuai amanah AD/ART, PO, Juklas dan Juknis Partai Golkar. Yang berhak untuk melakukan rapat pembentukan panitia Musdah adalah seorang Plt yang ditunjuk oleh pengurus DPD I Golkar Papua Barat,” ujar Aitrem.
Ia menyebutkan, sesuai SK yang diberikan ketua DPD I Golkar Papua Barat, Plt ketua DPD II Golkar Maybrat atas nama Jois Kambu. Oleh karena itu, yang berhak untuk menggelar rapat termasuk pembentukan panitia Musdah adalah Jois Kambu.
“Apa yang telah dilakukan oleh Bung Bernard Sagrim dan Bung Sarteis Wanane sudah keluar dari aturan main Partai Golkar, karena keduanya masa jabatannya sudah berakhir sejak bulan Mei lalu. Jadi keduanya tidak punya hak untuk melakukan rapat-rapat atau apapun karena kewenangan apapun termasuk mempersiapkan Musda di tingkat Kabupaten karena yang berwenang adalah Plt,” ungkapnya.
Sementara Plt. Ketua DPD II Golkar Kabupaten Maybrat Jois Kambu, menjelaskan kepengurusan DPD II Golkar Maybrat sudah berakhir pada bulan Mei lalu. Atas berakhirnya masa kepengurusan tersebut, maka melalui rapat pleno Ketua DPD Golkar Papua Barat telah menunjuk Plt untuk melaksanakan konsolidasi partai dan menyelenggarakan Musda.

“Untuk Golkar Maybrat, saya sendiri yang ditunjuk sebagai Plt,” ujar Jois Kambu, yang juga diwawancarai via telephone, Kamis (15/7).

Terkait persoalan yang terjadi di Maybrat, ia menekankan seharusnya Bung Bernard Sagrim yang notabene adalah Wasekjen Golkar tentu harus sudah memahami mekanisme, tata kerja atau aturan main partai Golkar, sehingga tidak perlu melakukan tindakan yang justru menabrak aturan main organisasi.
“Ada 9 daerah di Papua Barat yang sudah ditunjuk Plt dan semua menerima, dan mendukung sepenuhnya tugas Plt kecuali di Maybrat justru ada tindakan-tindakan yang terkesan melawan dan terkesan ingin mengklaim atau mempertahankan status quo, ini sangat kami sayangkan. Kemudian yang kedua kami boleh katakan bahwa rapat pleno partai golkar yang digelar di Maybrat oleh saudara Bernard Sagrim adalah illegal,” tegas Jois.
Menyikapi dinamika yang terjadi di Maybrat, ia mengaku pihaknya akan mengambil langkah-langkah, organisasi bagi kader-kader yang melakukan tindakan diluar aturan main organisasi. Apalagi sesuai instruksi Ketua Umum Airlangga Hertato bahwa semua kader harus tegak lurus, yang masih buat gerekan tambahan minggir dulu
“DPD Golkar Papua Barat dalam waktu dekat akan melakukan langkah-langkah organisasi, melakukan rapat pleno untuk membahas dinamika Golkar terutama Golkar Maybrat, dengan mengambil langkah-langkah organsasi untuk menindak tegas, memberikan sanksi organisasi kepada kader-kader yang telah melakukan perlawanan secara nyata terhadap keputusan-keputusan organisasi Partai Golkar DPD Papua Barat,” tuntasnya. [JOY]

Please follow and like us:
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *