Komisi II DPRD Hearing Dengan Perusahaan Kapal Terkait Harga Tiket

Waisai,  PbP  –   Komisi II DPRD Kabupaten Raja Ampat hearing dengan dinas perhubungan dan pihak perusahaan kapal yaitu PT. Belibis Papua Mandiri serta PT. Fajar Indah, terkait harga tiket dari Sorong tujuan Waisai Raja Ampat. Soalnya dua perusahaan pelayaran ini menaikkan harga tiket kapal sebab ada pembatasan penumpang dimasa pandemi COVID-19.

Ketua Komisi II DPRD Raja Ampat, Moh. Taufik Sarasa, ST mengatakan bahwa kenaikan harga tiket kapal Sorong – Waisai akan menyusahkan penumpang secara khusus masyarakat di Raja Ampat. Maka, komisi II DPRD desak perusahan pelayaran yakni PT. Belibis Papua Mandiri serta PT. Fajar Indah supaya menurunkan harga tiket kapal penumpang tersebut.

Menurutnya bahwa tidak ada alasan kuat pihak perusahan untuk naikkan harga tiket kapal bagi penumpang. Karena di tengah pandemi COVID- 19 inipun perekonomian masih menurun. Maka paling lambat Rabu (hari ini,red) disaat kapal di berangkatkan dari Sorong ke Waisai tiket harus turun sesuai awal yaitu KM. Marina Rp 100.000 sama KM. Fajar Rp 70.000.

“Jadi tidak ada alasan perusahan naikkan tiket, jika tidak diturunkan kami dari komisi II bahkan akan mendesak pemerintah dalam hal ini pihak dinas perhubungan Raja Ampat. Agar tidak lagi memberikan ijin untuk pihak perusahaan kapal, kenaikan harga tiket ditengah pandemi COVID-19 ini akan merugikan masyarakat”, ujar Taufik di kantor DPRD, baru-baru ini.

Terkait hal ini, Kacab PT. Belibis Papua Mandiri Raja Ampat, Ahadi mengaku, pihaknya naikkan harga tiket karena beberapa alasan. Disamping itu, ada banyak penambahan biaya operasional karena penumpang dibatasi dan ABK pun wajib rapied tes. Tidak hanya itu siapkan tempat cuci tangan, masker serta penumpang disemprot di senfektan maka butuh biaya.

Harga tiket kapal yang diberlakukan PT. Belibis dari Rp. 100.000 naik jadi Rp. 125.000. Dengan kenaikan ini, komisi II serta dinas derhubungan minta tetap Rp. 100.000, dengan alasan warga keberatan. Sehingga sebagai kepala cabang, Ia akan mengklarifikasi kembali ke direktur utama PT. Belibis Papua Mandiri soal permintaan dari pada komisi II DPRD tersebut.

“Terkait hal itu, waktu hearing saya minta surat dari pihak komisi II beserta dinas perhubungan belum mengiakan kenaikan harga tiket. Alasan karena masa pandemi COVID-19 melanda, dan saya berpikir warga atau pun penumpang tidak mengeluhkan harga tiket, tetapi biaya rapid tes sebagai syarat penumpang naik di kapal”, kata Ahadi di Cafe Omdut, kemarin.

Sementara, Kepala Operasional PT. Fajar Indah Lines, Okni Bulawan mengaku, pihaknya naikan harga tiket karena KM. Fajar karena pakai BBM industri tidak subsidi. Alasan lain, ada batasan penumpang kapal, sama protokol kesehatan di siapkan. Harga tiket naik hanya Rp. 30.000 dari Rp. 70.000 menjadi Rp. 100.000 Sorong tujuan Waisai Kabupaten Raja Ampat.

“Dalam hearing itu, komisi II juga perhubungan meminta harga tiket KM. Fajar di tinjau, karena belum ada persetujuan pemerintah. Dengan itu sayapun akan koordinasi dengan pimpinan tapi dengan catatan seperti dikatakan bapak Ahadi, harus ada surat dari komisi II dan perhubungan sebagai bukti Pemda belum menyetujui harga tiket tersebut”, jelas Gulawan.

Sambungnya, terkait harga tiket ini, Ia bersama pimpinan cabang PT. Belibis Papua Mandiri tak bisa mengambil keputusan. Keputusan ini, kata tergantung laporan ke pimpinan pusat masing-masing. “Kami tidak bisa ambil keputusan soal harga tiket dan sambil menunggu jawaban dari pimpinan maka tiket saat ini masih tetap. Tapi, jika sudah ada keputusan pimpinan kami akan segera turunkan tiket”, tutupnya. [TLS-SF]

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *