Komunitas Sagu.Id Penyuluhan Kesehatan dan Pendidikan di Pedalaman

Sorong, PbP – Menyikapi pandemi covid-19 yang belum kunjung mereda, komunitas Sagu.Id melakukan kunjungan dalam rangka sosialisasi kesehatan dan penyuluhan pendidikan ke masyarakat kampung Malais, di distrik Klamono, Kabupaten Sorong pada Rabu (9/9)

Perjalanan di mulai pukul 07:30 WIT dari depan alun-alun Aimas dan sampai di mata jalan kampung dengan menggunakan kendaraan. Lalu di lanjutkan berjalan kaki kurang lebih sejam menuju kampung Malais dengan jarak hampir 2 Kilo Meter melewati jalan berlumpur. Kegiatan yang bertema Sagu.Id goes to village Berkunjung untuk kesehatan di hadiri warga kampung kurang lebih belasan warga dan anak-anak beserta kepala kampung.

Semuel selaku ketua komunitas Sagu.Id mengatakan yang mendasari di lakukan kegiatan pada hari ini adalah, karena dari mereka sendiri terdapat program “Sagu.Id goes to village”. Dimana rencananya hal seperti ini akan dilakukan setiap tahunnya. Terdapat juga program “Sagu.Id goes to school”. Keterkaitan dengan hal tersebut dirinya melihat kampung Malais. Namun karena pandemi jadinya sama seperti anak-anak yang lain, belajar dari rumah.

“Kita lihat mereka di sini tidak ada sinyal, pembelajaran di masa sekarang ini kan secara daring. Nah, bagaimana dengan mereka yang tinggal di tempat terpencil seperti Malais? Otomatis mereka tidak dapat melakukan kegiatan belajar mengajar”, ucapnya saat di wawancarai Papua barat Pos.

Bertepatan dengan hari literasi nasional, yang jatuh pada tanggal 8 kemarin. Sagu.Id berinisiatif bersama komunitas Gaba Ceria turun ke anak-anak yang berada di kampung Malais. Ibaratnya ini adalah pemanasan, dengan harapannya semoga pandemi cepat berlalu agar mereka bisa belajar seperti biasa.

Dirinya mengungkapkan mengapa memilih kampung Malais ini karena pertama tidak terdapat sinyal, kedua akses masuk ke dalam sulit. “Sampai ada yang kaki tacolok di lumpur. Itu yang membuat kita tertantang untuk ke Malais”, sambung Samuel.

Juga ketiga, sebelumnya pernah ada kegiatan di sini dan ia mau terus berlanjut. Jadi tidak hanya buat kegiatan sekali langsung selesai, lalu di tinggalkan dan tidak ada kabar. Tetapi terus berlanjut dan membawa manfaat yang juga terus berlanjut.

Untuk sumber pendanaan sendiri, dikatakannya Sagu.Id membuka donasi yang membuat masyarakat turut berpartisipasi. Juga dari iuran anggota dan Papua Muda Inspiratif (PMI) yang mendukung kegiatan ini. Secara khusus ia ucapkan terimakasih kepada PMI yang mana telah membantu kegiatan-kegiatan dari Sagu.Id, termasuk kegiatan di Malais ini.

“Kita berharap agar anak-anak semangat dalam belajar. Kemudian di sini juga ada poli klinik desa tapi hanya bangunan, petugasnya itu tidak ada kosong. Jadi kita harapkan secara rutin melakukan pemeriksaan kesehatan agar terbentuk kesadaran itu di masyarakat”, tuturnya menerangkan.

Sementara itu, Kepala Kampung Malais Ellyaser merasa bangga dan sangat mengapresiasi kegiatan pada kesempatan hari ini. Karena baru kali ini anak-anak di ajarkan belajar di masa pandemi serta mengenal budaya dan penyuluhan kesehatan tentang covid-19 untuk warga.

“Saya mengucapkan terima kasih banyak kepada Sagu.Id, karena kegiatan seperti ini baru pertama kali diadakan di kampung Malais”, ungkapnya berseri-seri.

Kegiatan ini sendiri di meriahkan games, penampilan fashion show, dan seni oleh anak-anak kampung. Juga ada pembagian bingkisan dan sumbangan buku tulis serta bacaan. Selama berlangsung, kegiatan berjalan dengan seru dan nuansa kekeluargaan. [CR35-SF]

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *