Kota Sorong Segera Berlakukan Jam Malam

Sorong, PbP – Jubir Gugus tugas (Gustu) percepatan penanganan COVID-19 Kota Sorong Ruddy R. Lakku mengungkapkan, pelanggar pemberlakukan batasan aktivitas warga di diatas pukul 20.00 WIT (jam 8 malam) akan mulai ditindak tegas oleh Tim Gabungan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), TNI dan Polri.

Ruddy saat jumpa pers di kantor Walikota Sorong, Kamis (22/10) mengatakan, tim gabungan tersebut akan bergerak melakukan patroli mengelilingi Kota Sorong, guna menindaklanjuti Peraturan Walikota (Perwali) nomor 17 tahun 2020 tentang sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan, dan edaran walikota Sorong Nomor 443.1/594 tentang pemberlakuan jam malam.

“Adapun seluruh kegiatan usaha hanya diijinkan beraktivitas sampai dengan pukul 20.00 WIT. Kemudian khusus untuk penjualan makanan (restoran, rumah makan dan cafe) tidak diperbolehkan menyajikan di tempat, tetapi hanya bisa dibungkus dan dibawa pulang. Tindakan akan dilakukan sesuai edaran diatas termasuk diantaranya warga yang melaksanakan kegiatan yang mengumpulkan banyak orang,” ungkap Ruddy.

Dikatakan Ruddy, petugas yang turun ke lapangan akan membubarkan dan memberikan sanksi bagi warga yang masih melakukan aktivitas diatas pukul 20.00 WIT. Kemudian bagi pelaku usaha akan diberikan sanksi sesuai dengan Perwali yang telah diberlakukan.

“Hal ini dilakukan karena kasus positif di Kota Sorong saat ini sudah terus meningkat, sementara masih ada warga dan pelaku usaha lainya yang melakukan aktivitas hingga tengah malam dan mengumpulkan banyak orang, menyebabkan potensi penularan tidak akan putus,” beber Ruddy.

Ruddy menyampaikan bahwa kasus positf di Kota Sorong saat ini sudah mencapai angka 1.654 orang, dan dalam satu pekan terakhir terdapat 8 orang yang meninggal akibat terkonfirmasi positif COVID-19.

“Kasus positif di Kota Sorong sudah meningkat sangat signifikan, sehingga perlu dilakukan tindakan tegas, karena masih saja ada warga yang tidak taat terhadap protokol kesehatan dan edaran yang dikeluarkan,” teragnya.

Seperti halnya dalam operasi penertiban masker saat ini, pelanggar sudah mencapai 2.626 kasus dengan total denda sebanyak Rp 45.600.000, yang telah disetorkan ke Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kota Sorong.

“Ini menandakan masih ada warga yang tidak patuh terhadap protokol kesehatan, dan mengggap remeh penyebaran COVID-19. Sehingga akan kembli dilakukan tindakan tegas melalui operasi malam dengan harapan masyarakat patuh terhadap aturan yang telah dikeluarkan, demi menekan peningkatan kasus COVID-19 di Kota Sorong,” pungkasnya. [JEF-MJ]

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *