Mubes Suku Moi Akhirnya Digelar

Musyawarah Besar (Mubes) masyarakat adat Suku Moi wilayah Malamoi Raya akhirnya resmi digelar di Gedung Aimas Convention Center (ACC) Kabupaten Sorong, Selasa (17/5). Kegiatan Mubes yang berlangsung selama kurang lebih empat hari ke depan yakni dari tanggal 17-20 Mei ini dibuka resmi oleh Bupati Sorong, Johni Kamuru.

Ketua Panitia Mubes, Novela Klaibin mengagakan lahirnya Mubes dengan tema “kami masyarakat adat sub Suku Moi berjalan menuju masa depan berdasarkan jejak langkah nenek moyang leluhur kami Nemoi”  dilandasi oleh beberapa aspek penting.

Pertama, persoalan aspek sosial budaya yang telah dinilai bahwa masyarakat Suku Moi telah kehilangan identitas jati diri, kehilangan struktur organisasi kepemimpinan adat Suku Moi, kehilangan tata pendidikan adat, kehilangan hubungan kekerabatan Suku Moi, krisis pemahaman dan praktek perkawinan adat, krisis pemahaman baca tulis bahasa Moi, persoalan tanah dan batas hutan antar marga.

Kedua, aspek politik. Bahwa kualitas dan kuantitas Sumber Daya Manusia (SDM) orang Moi  di dunia politik masih minim sehingga belum mampu bersaing.

“Kami bersyukur bahwa di Kabupaten sudab ada bupati adalah orang Moi. Kami tetap berdoa agar ke depan Kota Sorong juga di pimpin orang Moi,” sebutnya.

Ketiga adalah aspek hukum. Bahwa perlakuan atas hak-hak dasar Suku Moi dirasa belum adil dan kebijakan-kebijakan keberpihakan terhadap suku Moi pun belum dirasakan. Keempat adalah aspek ekonomi. Menurutnya hampir seluruh aspek ekonomi masih dikuasi oleh pendatang.

“Jadi masih banyak lagi persoalan lain yang menjadi latar belakang Mubes ini. Kita berharap bahwa lewat Mubes ini bisa nantinya menghasilkan sebuah kesepakatan dan menuntaskan segala persoalan ini sehingga ke depannya nilai-nilai luhur yang terkandung di dalam adat Suku Moi bisa terjaga dan kesejahteraan masyarakat Suku Moi pun terjamin,” harapnya. (Jvn).

Please follow and like us:
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *