Misi “Pecah Telor” di Kota Sorong

Partai Keadilan dan Persatuan (PKP), kini hadir dengan wajah dan semangat baru. Selain namanya yang diubah menjadi Partai Keadilan dan Persatuan (PKP), komposisi kepengurusan dari tingkat pusat sampai daerah juga mengalami banyak perubahan.

Tak terkecuali di kubuh Dewan Pimpinan Kota (DPK) PKP Kota Sorong, yang juga mengalami perubahan cukup signifikan.

Pengurus DPK PK Kota Sorong dan DPK PKP Kabsor saat potong kue HUT. Foto/JOYPengurus PKP Kota Sorong dan PKP Kabsor saat memotong kue HUT PKP ke-23. Foto/JOY

Dibawah komando Surung H. Sibarani dan sekretarisnya Zainudin Awam, DPK PKP Kota Sorong hadir dengan warna dan semangat baru. Hal ini terlihat dari komposisi kepengurusan yang diisi dari berbagai latar belakang masyarakat, mulai dari suku, agama, bahasa hingga status sosial.

Dalam semangat baru itu juga, DPK PKP Kota Sorong menargetkan sejumlah capaian kerja, khususnya dalam kaitannya menyongsong Pemilu serentak tahun 2024 mendatang.

Selain ikut berkontribusi demi lolosnya PKP dalam verifikasi sebagai peserta Pemilu 2024, DPK PKP Kota Sorong juga mengusung misi “pecah telor” di DPRD Kota Sorong. Memang, sebagaimana diketahui beberapa waktu belakangan PKP nyaris belum perna punya utusan yang duduk di kursi DPRD Kota Sorong.

Foto Bersama Pengurus PKP Kota Sorong

Target mendapatkan kursi di DPRD Kota Sorong secara tegas disampaikan Ketua DPK PKP Kota Sorong Surung H. Sibarani, SE dalam arahannya saat perayaan HUT PKP ke-23 yang dilaksanakan di Sekretariat PKP Jalan Bima, Kota Sorong, Sabtu (15/1).

Di hadapan para pengurus gabungan dari DPK PKP Kota Sorong, plus pengurus DPC juga pengurus DPK Kabupaten Sorong, Surung mengajak para kader PKP untuk segera mempersiapkan diri mulai saat ini. Selalu responsif dan peka terhadap perkembangan dan dinamika politik yang ada.

Foto Bersama pengurus PKP Kabupaten Sorong

Selain itu, ia juga meminta para kader bersama-sama, secara bahu membahu membesarkan partai tersebut dengan sistem kerja geriliya dan sporadis.

“Lakukanlah, atau berikanlah apa yang bisa anda lakukan untuk membesarkan partai ini. Jika anda pintar bercerita, gunakan itu untuk menceritakan PKP kepada masyarakat, jika anda aktif di sosial media, gunakan sosial media untuk memperkenalkan PKP kepada masyarakat. Mari kita bergerak dan maju bersama agar kita bisa menang,” pesan Surung.

Ketua DPK PKP Kota Sorong, Surung H. Sibarani, SE

Surung yang tampak berapi-api dalam penyampaiannya itu ingin agar kelak PKP juga turut berkontribusi baik dalam pembangunan maupun dalam penentuan kebijakan di Kota Sorong. Hal ini, kata dia, hanya bisa tercapai ketika PKP memiliki keterwakilan di DPRD Kota Sorong.

“Target kita pecahkan telor di Kota Sorong. Kita harus bisa punya kursi di DPRD bila perlu dari setiap dapil harus ada utusan minimal satu kursi. Dengan demikian kita akan bisa berkontribusi secara nyata dalam pembangunan demi kesejahteraan masyarakat di Kota Sorong,” ucap Surung.

Hal ini, lanjut dia, tentu bukan pekerjaan muda, dan bukan hanya bisa tercapai dengan bicara atau harapan palsu. Harus ada komitmen yang dibarengi kerja-kerja nyata oleh semua pengurus bersama kader dan simpatisan PKP Kota Sorong.

“Momen HUT PKP ke 23 yang kita rayakan hari ini, harus bisa menjadi bahan refleksi, sekaligus menjadi pijakan bagi kita untuk kita menatap masa depan bersama, khususnya dalam menyongsong pelaksanaan Pemilu 2024,” pungkasnya.

Acara peringatan HUT PKP sendiri dilakukan dengan sederhana namun penuh dengan semangat dan nuansa kekeluargaan. Para pengurus DPK Kota dan Kabupaten Sorong hingga pengurus DPC serta kader dan simpatisan merayakan HUT Partai kebanggaan mereka dengan meniup lilin ulang tahun dan pemotongan tumpeng.

Untuk diketahui, perubahan nama dan lambang partai PKP sendiri diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) yang diubah dalam Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) pada 25 Mei 2021 lalu.

Nama Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) diubah menjadi seperti ketika awal pendiriannya di tahun 1999, yaitu menjadi Partai Keadilan dan Persatuan (PKP). Perubahan AD/ART ini telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham).

Selain mengubah nama dan lambang partai, munaslub juga memutuskan Mayor Jenderal TNI Marinir (Purn) Yussuf Solichien sebagai ketua umum PKP periode 2021-2026, menggantikan Diaz Hendropriyono. [JOY-MJ]

Please follow and like us:
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *