Oknum Advokat Dipolisikan Mantan Klien

YT: Itu Uang Terimakasih! Saya Bisa Laporkan Balik

Sorong, PbP – Seorang oknum advokat di Kota Sorong berinisial YT, dilaporkan ke pihak yang berwajib dalam hal ini Polres Sorong Kota, Jumat (18/9) oleh ex buruh salah satu perusahaan, karena diduga telah melakukan penipuan, pemerasan dan penggelapan. Jumlah yang diduga digelapkan oleh YT pun dapat dikatakan tidak sedikit, dimana salah satu ex buruh menyebut angka Rp 159.000.000.

LBH Kaki Abu yang diwakili Nando Ginuny sebagai kuasa hukum ex buruh tersebut membeberkan, pelanggaran-pelanggaran hukum yang dilakukan oleh YT bermula saat kliennya meminta pendampingan hukum kepada yang bersangkutan, atas masalah pembayaran hak-hak kliennya saat masih bekerja di salah satu perusahaan.

Disanalah jelas Nando, YT mulai beraksi dengan meminta uang senilai Rp 159.000.000 yang katanya akan dipergunakan untuk biaya administrasi hukum. Menurut Nando, apa yang dilakukan YT tersebut melanggar Undang-undang nomor 16 tahun 2011 tentang bantuan hukum.

“Undang-Undang nomor 16 tahun 2011 tentang bantuan hukum berbunyi, bantuan hukum merupakan sebuah jasa hukum yang diberikan oleh pemberi bantuan hukum secara cuma-cuma kepada penerima bantuan hukum yang menghadapi masalah hukum. Aturan ini yang dilanggar oleh YT,” jelas Nando yang ditemui di Mapolres Sorong Kota, Jumat (18/9).

Parahnya lagi setelah menerima uang tersebut, YT sampai saat ini tidak pernah menyelesaikan masalah yang dihadapi kliennya itu.

“Dari tahun 2018 sampai sekarang masalah tersebut tidak pernah jelas perkembangannya, sampai Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) di Manokwari pun tidak. Klien kami pun sudah berulang kali datang ke sekertariat YT, tapi oknum advokat ini selalu berhasil mengelabuhi kliennya dengan bahasa-bahasa hukum,” terang Nando.

Nando dibuat semakin tidak habis piker, setelah oknum advokat itu diduga bermain dua kaki dalam kasus yang melibatkan kliennya itu.

“Terkahir kabar yang saya dapat, setelah menerima uang dari klien saya, dia (YT) malah membelot dan mendukung perusahaan yang telah mengabaikan hak klien saya dan sejumlah ex buruh lainnya. Itulah alasan-alasan yang mendasari kita melaporkan YT ini ke polisi,” tuntas Nando.

Meresponi laporan tersebut, YT mengatakan bahwa dirinya tidak pernah mengenakan biaya saat melakukan pendampingan hukum. Melainkan sambung dia, dirinya mendapatkan uang terima kasih dari ex buruh PT Timber,yang ketika itu telah diselesaikan masalah hak-haknya oleh perusahaan secara bipartit.

Ia secara terang-terangan mengungkapkan, saat itu dirinya telah mendampingi ratusan ex buruh, sampai mendapatkan biaya ganti rugi senilai 1,4 miliar dari PT Timber.

“Jadi yang datang ke saya itu ada 3 kelompok ex buruh PT Timber. Kelompok 2  berjumlah 68 orang datang mengadu ke saya 2018 dan mendapat ganti rugi sekitar 700 juta rupiah sekian. Disitu saya dikasih uang terima kasih Rp 119 juta rupiah. Kelompok 2 berjumlah 61 orang, datang ke saya tahun 2019 dan mendapat ganti rugi dari  perusahaan senilai dibayar sekitar 300 juta rupiah, dan disitu saya dikasih 30 juta rupiah. Sementara untuk kelompok ke 3 yang berjumlah 25 orang, di tahun 2019, saya tidak dikasih apa-apa, sementara saya sudah perjuangkan hak mereka sampai dibayar perusahaan senilai 400 juta rupiah. Jadi tidak ada itu saya kenakan tarif, yang ada mereka kasih uang terima kasih ke saya,” beber YT melalui telephone genggamnya, Jumat (18/9).

Bahkan menurut YT, setelah mendapatkan ganti rugi, ex buruh PT Timber langsung mencabut kuasa atas dirinya sebagai pendamping hukum. Dari situlah atau 7 bulan kemudian, YT mulai menjalani kerja sama dengan PT Timber, sebagai penasehat hukum.

“Mereka cabut kuasa sekitar bulan Juni 2019, 7 bulan kemudian atau sekitar bulan November saya mulai mengurus administrasi dengan PT Timber. Barulah terjadi tanda tangan kontrak dengan PT Timber pada bulan Januari 2020,” ungkap YT.

Diakhir keterangannya, ia menegaskan kalau dirinya akan membuat laporan balik orang-orang yang telah mencemarkan nama baiknya.

“Ini negara hukum dan saya taat, makanya saya terbuka saja kalau memang ada yang mau laporkan saya. Tapi yang perlu diingat, saya juga berhak membuat laporan balik. Hati-hati saja kalau memang apa yang sudah mereka laporkan tidak terbukti kebenarannya,” tuntas YT. [GPS-MJ]

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *