Pelajar Islam Ikut Bersuara Soal Togel

Sorong, PbP – Merebaknya togel di tengah-tengah masyarakat Kota Sorong tentunya membawa dampak negatif dan keresahan bagi sebagian besar orang, tak lepas bagi kalangan pelajar. Melihat situasi yang terus berkembang, ketua Pengurus Daerah Pelajar Islam Indonesia (PD PII) Kota Sorong, Ibrahim angkat suara.

Dalam wawancaranya via whatsapp (WA), Ibrahim menekankan, perjudian toto gelap (Togel) di Kota Sorong semakin merajalela dan terang-terangan, terlebih di situasi Covid-19 kali ini. Ia mengaku sering melihat di pangkalan ojek atau toko-toko pinggir jalan setiap malam ramai tanpa ada rasa ketakutan kepada aparat atau pemerintah. Hingga menjadi pertanyaan, apakah pemerintah sudah membolehkan perjudian togel?

Menurutnya, jangankan dari pandangan pemerintah, Islam pun menegaskan perjudian itu sangat tidak diperbolehkan. Ia lalu mengutip Qur’an Surah Al-Maidah ayat 90 yang berbunyi, “Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan”.

“Apalagi kita sudah melihat surat Maklumat Majelis Ulama Indonesia ( MUI ) Kota Sorong Pada tanggal 18 September 2020 tentang mewabahnya judi togel yang sangat meresahkan masyarakat Kota Sorong. Jika kita amati pemain togel di Kota Sorong, bukan seorang bapak saja yang ikut bermain. Bahkan ibu-ibu, seorang wanita pun ikut bermain. Ini nantinya berdampak kepada anak-anak yang masih berstatus pelajar yang bisa saja mengikut cara orang tua mereka,” ucap Ibrahim.

Ibrahim menambahkan, jika orang tua bekerja sebagai bandar atau pemain togel, dapat disimpulkan bahwa orang tuanya pun ikut mencontohkan kepada anak-anaknya bagaimana cara mendapatkan uang dengan cara serupa. Lebih parah lagi, orang tua  memberikan makanan dari hasil perjudian yang sangat jelas itu uang Haram.

Seharusnya sebagai orang tua, ia berharap mencontohkan yang baik-baik kepada anak dan keluarga. Orang tua harus memberikan pendidikan dan terlebih mencontohkan pada anak-anaknya karena pendidikan yang pertama dan utama bagi mereka adalah keluarga.

“Ada pepatah ‘buah jatuh tidak jauh dari pohonnya’, yang artinya sifat anak tidak jauh berbeda dengan ayah atau ibunya. Ayah seorang penjudi, akan lahir seorang penjudi pula,” tutup Ibrahim. [CR35-MJ]

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *