Pelaku Pembunuhan di Samping Al-Jihad Mengaku Sakit Hati

Sorong, PbP – OZM dan Ra, yang tidak lain adalah dua pelaku penganiayaan yang menyebabkan seorang pria berinisial RS tewas di Jalan Jenderal Ahmad Yani Kota Sorong, atau tepatnya di samping Masjid Al – Jihad beberapa waktu lalu, mengaku nekat berbuat demikian karena sakit hati dengan korban.

Hal tersebut diakui para pelaku secara gamblang, saat dihadirkan dalam press release di Mapolres Sorong Kota, Senin (29/6).

Berbeda penyebab sakit hati, OZM mengaku sakit hari dengan RS, setelah yang bersangkutan meludahi dirinya dengan sengaja. Disaat yang bersamaan, OZM membantah kalau dirinya sakit hati, akibat ditegur dan dipukuli oleh korban, karena saat itu ketahuan hendak mencuri motor tidak jauh dari kediaman korban.

“Saya sakit hati karena waktu itu dia ludah saya, itu saja. Posisinya waktu ketemu di Samping Al-Jihad itu, saya tidak punya masalah sama dia, tapi dia ludah saya,” ungkap OZM.

Berbeda dengan OZM, Ra mengaku gelap mata dan akhirnya nekat menghabisi nyawa RS, setelah korban memukulinya tanpa alasan yang jelas.

Menurut Ra, dirinya yang ketika itu tidak mempunyai masalah dengan Rs, secara tidak sengaja bertemu dengan korban. Tanpa alasan yang jelas, Rs yang saat itu sudah dalam keadaan mabuk kemudian memukulinya dengan menggunakan tangan.

Atas alasan itulah, Ra yang mengaku saat itu juga sudah dalam keadaan mabuk, kemudian mengajak OZM untuk pulang kerumah guna mengambil pisau. Barulah setelahnya sambung Ra, ia dan OZM kembali ke lokasi kejadian dan kemudian melakukan tindak penganiayaan itu, dengan cara menikamkan sebilah pisau ke leher korban.

Sementara itu, dalam press release tersebut, Kasat Reskrim Polres Sorong Kota, AKP Misbachul Munir mengatakan bahwa sebelumnya para pelaku dan korban mengkonsumsi minuman keras (miras) di tempat yang berbeda. Tanpa ada kesengajaan atau rencana apapun sambung kasat reskrim, korban dan para pelaku akhirnya bertemu di lokasi kejadian.

Disanalah kata kasat reskrim, cek-cok yang berujung pada tindak penganiayaan yang memakan korban itu terjadi.

Kasat reskrim juga menyebutkan bahwa pelaku dijerat dengan pasal yang berbeda, dimana Ra dijerat pasal UU darurat dengan ancaman pidana 12 tahun penjara. Sementara OZM lanjutnya, dijerat pasal 338 dengan ancaman pidana 15 tahun penjara dan pasal 351 ayat 3, dengan ancaman 7 tahun penjara.

Untuk diketahui, sebelumnya SR ditemukan tewas di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kompleks Klademak, Kota Sorong, Minggu (3/5). Naasnya, korban ditemukan tewas dalam keadaan mengenaskan dimana terdapat luka tikaman benda tajam pada bagian tangan dan leher korban.

Berdasarkan data yang berhasil dihimpun oleh koran ini, korban pertama kali ditemukan oleh gabungan anggota kepolisian Polsek Sorong Kota dan Polres Sorong Kota sekitar pukul 04.00 WIT. Dimana saat pertama kali ditemukan jasad korban tertelungkup di pinggir jalan samping Masjid Al-Jihad.

Tidak jauh dari jasad korban, ditemukan juga cipratan darah serta satu unit handphone dari saku korban.

Pada tubuh korban sendiri didapati luka tikaman pada bagian leher serta tangan sebelah kanan. Korban sendiri diduga mengalami luka pada bagian tangan kanan, usai berusaha menangkis benda tajam yang berusaha dihunuskan pelaku padanya. [GPS-MJ]

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *