Pemuda Katolik Serukan Dialog

Sorong, PbP – Pemuda Katolik resmi melegitimasikan diri sebagai salah satu organisasi masyarakat (Ormas) yang sah dan legal di Kota Sorong, usai dilakukannya pelantikan kepengurusan di Aula Paroki St. Yohanes Pemandi, Km 13 Kota Sorong, Jumat (17/9).

Acara pelantikan pengurus pemuda katolik komisariat Kota Sorong
Acara pelantikan pengurus pemuda katolik komisariat Kota Sorong

Pelantikan kepengurusan yang diawaki Roymundus Nauw itu dilakukan oleh ketua Pengurus Daerah Pemuda Katolik Papua Barat Yosepha M Faan, S.Hut dan disaksikan Walikota Kota Sorong yang diwakili Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Fanik Tehupieory.
Ketua Pemuda Katolik Komisariat Kota Sorong Roymundus Nauw mengatakan, Pemuda Katolik secara sah menunjukan eksistensinya, dalam rangka menjalankan tugas dan peran organisasi, termasuk bersama-sama mendukung pemerintah dalam mensukseskan proram pembangunan.

Ketua Pemuda Katolik Papua Barat saat melantik Pengurus Pemuda Katolik Komisariat Kota Sorong

“Kita ingin melalukan kegiatan yang berdampak positif bagi umat kristiani dan umat secara keseluruhan di muka bumi ini. Kami juga akan bersinergi bersama OKP dan ormas lain, dalam mendukung program pembangunan yang dicanangkan pemerintah,” ujar Roymundus, yang diwawancarai sesaat usai dirinya dilantik.
Sebagai bagian yang tak terpisahkan dari gereja Katolik, ia pun mengakui pihaknya akan ikut menyuarahkan hal-hal yang berkaitan dengan masyarakat kecil, kaum lemah dan tidak berdaya, termasuk masalah HAM di tanah Papua.

Ketua Pemuda Katolik Komisariat Kota Sorong, Roymundus Nauw

“Pemuda adalah garda terdepan gereja, dalam hal menyuarakan kepentingan kaum lemah, tentu kita merujuk pada satu tokoh sentral yakni Yesus, yang hadir membela kaum lemah,” sebut Roymundus.
Ia juga menyatakan pihaknya tidak menutup kuping perihal dinamika persoalan yang terjadi di tanah Papua hari ini. Begitu banyak konflik yang terjadi sebagai akibat dari putusnya komunikasi antara pemerintah dan masyarakat akar rumput.
Persoalan Papua, akan tetap terjadi selama belum ada keterbukaan antara semua pihak, khususnya pemerintah pusat dan rakyat Papua secara keseluruhan. Begitu banyaknya kepentingan, justru terus melahirkan dinamika tak harmonis di tanah Papua.
Untuk itu, lanjut dia perlu ada satu wadah yang bisa mempertemukan semua kepentingan, demi mencari jalan tengah dalam rangka menciptakan Papua zona damai. Pihaknya menyarankan agar segera dibuat dialog Jakarta-Papua.
“Saran kami kepada pemerintah pusat hingga daerah, memfasilitasi kegiatan yang namanya dialog. Coba kita pakai metode Papua, yakni duduk makan pinang bersama sambil menyelesaikan sebuah persoalan,” kata Roymundus.
Pemerintah, sebut dia tidak boleh serta merta memberikan label “negatif” pada kata dialog, yang seolah-olah menjadi jalan bagi Papua untuk memisahkan diri dari NKRI.
Dialog tersebut, lanjut dia mesti dipandang secara bijaksana dalam rangka menyambung kembali komunikasi yang selama ini terputus, sehingga apa yang ingin disampaikan pemerintah bisa didengar langsung masyarakat, begitu juga sebaliknya, apa yang ada di benak masyarakat bisa diutarakan langsung kepada pemerintah.
“Saya pikir wacana dialog ini sudah lama diinisiasikan, tapi belum terlaksana. Padahal baik untuk penyelesaian persoalan Papua. Coba bayangkan duduk dalam satu meja perwakilan pemerintah pusat hingga daerah, kemudian perwakilan orang Papua yang ada di tanah Papua maupun diluar, juga kaum yang berseberangan lalu berbicara dari hati ke hati, tentu akan ada benang merah yang bisa diambil,” pungkasnya.
Sementara Ketua Pemuda Katolik Barat Yosepha M. Faan, menekankan agar pemuda katolik tetap menjadi bagian dari garam dan terang dunia, yang terus menghadirkan sukacita serta damai sejahtera bagi masyarakat.
Ia juga mengingatkan agar pemuda katolik lebih mengedepankan cara-cara profesional dan beradab dalam menyampaikan aspirasi termasuk kaitannya dengan kepentingan kaum lemah.
“Ingat pemerintah adalah perwakilan Tuhan yang ada di dunia. Jika pemerintah salah silahkan sampaikan kritikan atau masukan dengan cara yang bijaksana dan beradab. Mari kita sama-sama bersinergi dalam menjamin tanah Papua yang aman dan sejahtera,” kata Yosepha. [JOY]

Please follow and like us:
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *