Penerapan Jam Malam Jangan Hanya di Jalan Protokol

Sorong, PbP – Pemerintah Kota (Pemkot) Sorong, menerapkan kebijakan pembatasan aktivitas warga di malam hari, menyusul belum adanya penurunan kasus covid-19 di wilayah tersebut.

Kebijakan diterapkan berdasarkan surat edaran Wali Kota Sorong Nomor 443.1/594 Tahun 2020 tentang pembatasan aktivitas warga dan pelaku usaha yang berlaku merata di seluruh wilayah.

Selain edaran nomor 443.1/594 tahun 2020, ada juga Peraturan Walikota (Perwali) nomor 17 tahun 2020 tentang sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan, yang mana penindakannya sudah dilakukan beberapa waktu belakangan.

“Dalam surat edaran itu, seluruh aktivitas maupun kegiatan usaha selama masa pandemi covid-19 hanya diizinkan mulai pukul 05.00-20.00 WIT,” ujar juru bicara Satgas Covid-19 Kota Sorong, Ruddy R Laku, saat menggelar jumpa pers di Posko Covid-19, Kantor Walikota Sorong, Kamis (22/10).

Menurut Ruddy, surat edaran Wali Kota Sorong tidak memilah-milih wilayah atau tempat, serta tidak mendiskriminasi suatu daerah tertentu.

Komitmen pemerintah Kota Sorong, dalam upaya penanggulangan penyebaran Covid-19 melalui operasi yustisi edaran Wali Kota Sorong Nomor 443.1/594 dan Perwali nomor 17 tahun 2020 mendapat apresiasi dari warga.

Salah seorang warga Kota Sorong Stefanus Kolo menyatakan sangat mendukung pemerintah dalam upaya penanggulangan penyebaran Covid-19, termasuk dengan cara razia yustisi protokol kesehatan dan batas jam malam.

Hanya saja, ia berharap agar implementasi peraturan tersebut benar-benar dilakukan secara serius dan menyeluruh oleh petugas yang melakukan action di lapangan.

“Yang kami lihat razia hanya dilakukan di sepuataran jalan protokol saja, padalah di kompleks-kompleks masih banyak warga yang sering berkumpul diatas batas waktu yang ditentukan, ini yang mesti menjadi catatan Satgas ataupun Satpol PP untuk diperhatikan,” ujar Stefanus, Jumat (23/10). [JOY-MJ]

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *