Pengunduran Diri Sarteis Wanane, Golkar Merasa Dirugikan

Sorong, PbP – Plt Ketua DPD II Golkar Maybrat, Jois Kambu, menyampaikan protes keras, atas hasil rapat Koalisi Pasangan Sako Pilkada 2017/2022, yang digelar di Aula Raker Klasis di Ayamaru Maybrat, Senin 30 Agustus 2021.

  • Jois menyayangkan rapat yang diinisiasi oleh Ketua dan Sekretaris Koalisi Pasangan Sako, lantaran menghasilkan sejumlah hal yang dinilainya sangat merugikan partai Golkar.
    Pertama, Jois mengaku sangat keberatan lantaran dirinya selaku Plt Ketua DPD II Golkar Maybrat, yang ditunjuk secara resmi oleh Ketua DPD I Golkar Papua Barat, sama sekali tidak dikomunikasikan bahkan tidak diundang pada rapat tersebut.
    “Saya keberatan sekali dengan hasil keputusan rapat koalisi kemarin karena secara jujur telah merugikan kami sebagai Partai Golkar, pemilik 7 kursi DPRD dan pengusung utama pasangan Sako pada pemilu kada tahun 2017-2022 di Maybrat,” tulis Jois dalam press release, yang diterima media ini, Selasa (31/8).
    Kemudian, lanjut Jois, sebagaimana diketahui, bahkan sudah menjadi topik-topik perbincangan di kantor-kantor pemerintahan, dilingkungan masyarakat hingga di pasar-pasar, bahwa DPP Golkar telah memberikan rekomendasi kepada Sdr. Sarteis Wanane untuk mengikuti konstentasi Wakil Bupati Maybrat antar waktu periode 2017/ 2022 ini.
    “Namun lagi-lagi sangat disesalkan dan disayangkan, Sdr. Sarteis Wanane tanpa alasan yang jelas dan dengan sengaja, maupun dengan sepihak telah mengundurkan diri melalui surat tertulis yang dibacakan lansung didepan forum rapat koalisi tersebut,” sebut Jois.
    Selaku pemilik 7 kursi DPRD Maybrat, ia menekankan Partai Golkar sangat dirugikan. Sebagai Plt Ketua Golkar Maybrat ia juga sangat menyayangkan pengunduran diri yang dilakukan oleh Sdr. Sarteis Wanane tidak dibahas secara internal oleh Golkar Maybrat.
    Padahal, menurut Jois hal itu sangat penting, agar pihaknya bisa melakukan konsultasi secara berjenjang ke DPD Golkar Provinsi Papua Barat dan selanjutnya ke DPP Partai Golkar, guna untuk mendapatkan petunjuk teknis lebih lanjut, supaya menjadi sikap Golkar dalam tahapan pemilihan wakil bupati Maybrat kali ini.
    “Dari hasil monitor saya kepada sejumlah kader Golkar yang ikut hadir, tentu semua kader bahkan anggota Fraksi dari masing- masing partai politik tentunya wajib untuk taat dan patuh serta memperjuangkan serta mengamankan rekomendasi dari DPP Parta politik masing- masing dalam tahapan PAW wakil Bupati Maybrat ini,” tekan Jois.
    Ia menambahkan, tindakan yang dilakukan oleh Sarteis Wanane secara terang-terangan tidak melaksanakan perintah DPP Golkar, melalui Rekomendasi DPP Golkar yang ditandatangani oleh Ketua Umum dan Sekjen.
    Selain itu, juga telah merugikan Partai Golkar dan merusak citra Partai Golkar di Kabupaten Maybrat. Menurutnya apa yang dilakukan Sarteis Wanane merupakan bentuk dari sikap kader yang membangkang terhadap keputusan- keputusan Partai Golkar.
    “Oleh karena itu, kami akan melakukan langkah-langkah organisatoris untuk menindak secara tegas, apalagi yang bersangkutan juga sudah diberikan Surat peringatan keras dari DPD Golkar Provinsi Papua Barat pada beberapa waktu yang lalu,” tuntas Jois.
    Saat dikonfirmasi, Sarteis Wanane mengaku enggan berkomentar banyak. Ia mengaku tak ingin saling berbalas pantun di media.
    “Saya pikir saya tidak perlu bicara, saya tidak mau saling berbalas pantun di media. Biarkan mereka berbicara disana,” ucap Sarteis.
    Hanya saja, pada kesempatan itu, Sarteis sempat menyayangkan sikap Plt Ketua Golkar Maybrat, Jois Kambu yang enggan memenuhi undangan panitia, dalam rapat tersebut serta lebih memilih berkoar-koar di media.
    “Mestinya kan beliau (Jois Kambu) hadir saat diundang,” ungkap Sarteis sembari mengaku undangan untuk Plt Ketua Golkar Maybrat sudah diserahkan, namun yang bersangkutan tidak hadir saat rapat. [JOY]
Please follow and like us:
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *