Protokol Kesehatan Warnai Sholat Idul Adha di Kota Sorong

Sorong, PbP – Umat muslim di Kota Sorong akhirnya diizinkan melaksanakan Sholat Idul Adha 1441 H, Jumat (31/7), dimana sebelumnya mereka tidak dapat menjalankan Sholat Idul Fitri, karena adanya pandemi Covid-19.

Meskipun hanya diizinkan di dalam masjid dan tetap memperhatikan protokol kesehatan, sesuai dengan keputusan Kementerian Agama Kota Sorong dan juga PHBI, Sholat Idul Adha di Kota Sorong tetap berjalan dengan khidmat. Seperti hasil pantauan koran ini, dimana puluhan jamaah yang berada di Belakang UT Kilometer 13, Kota Sorong tampak mendatangi serta memadati beberapa masjid dan mushola untuk melaksanakan sholat Idul Adha.

Tidak terkecuali Mushola Al Kahfi yang juga ikut melaksanakan Sholat Idul Adha, dengan tetap mewajibkan pakai masker, pengukuran suhu tubuh, cuci tangan, dan jaga jarak.

Bertindak sebagai Imam dalam pelaksanaan sholat Idul Adha di Musholah Al Kahfi, Ustad Ali dan Khatib Muhammad Nur A Rasyid dalam khutbahnya, menjelaskan makna perayaan Hari Raya Idul Adha atau yang juga dikenal sebagai Hari Raya Qurban, adalah salah satu hari besar bagi agama Islam. Dimana hari Idul Adha dimulai tanggal 10 Dzulhijjah sampai dengan 13 Dzulhijjah (hari tasyrik). Hari tersebut, diperingati sebagai hari Nabi Ibrahim mengurbankan putranya untuk Allah SWT. Karena kesungguhan dan keteguhan hati Nabi Ibrahim, Allah SWT kemudian menggantikan putranya dengan seekor domba untuk disembelih.

“Idul Adha dimaknai sebagai hari besar untuk memperingati peristiwa penyembelihan Nabi Ismail, oleh ayahnya sendiri yaitu Nabi Ibrahim. Selain itu, umat Islam juga memaknai hari ini sebagai tanda puncaknya ritual ibadah haji di Makkah. Namun tidak hanya dimaknai sebagai hari penyembelihan hewan qurban dan ibadah haji saja, dimana banyak makna serta hikmah lainnya yang dapat diambil dari hari Idul Adha,” jelas khatib.

Menurut khatib hari raya Idul Adha, identik dengan momen umat muslim menyembelih hewan kurban seperti kambing, domba, sapi, kerbau dan unta. Daging hewan qurban yang telah disembelih itu kemudian dibagikan kepada, saudara, tetangga, fakir miskin dan orang-orang yang membutuhkan.

Dari berkurban itulah kata khatib rasa ikhlas, semangat berbagi, dan tolong menolong antar sesama, akhirnya timbul dan menjadi kebiasaan.

“Sesuai makna dari kata qurban yang berasal dari kata quraba atau dekat, ibadah qurban pada hari Idul Adha memiliki makna kedekatan. Tak hanya mendekatkan diri kepada Allah SWT, Idul Adha juga menjadi sarana mendekatkan diri pada keluarga dan saudara melalui sifat berbagi dan saling tolong menolong,” tuntas khatib. [JEF-SG]

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *