Puluhan Tenaga Medis di Papua Barat Terpapar Corona

Manokwari, PbP – Puluhan tenaga medis yang bertugas di sejumlah fasilitas kesehatan di wilayah Provinsi Papua Barat, dikonfirmasi telah terpapar virus corona (Covid-19). Hal ini sebagaimana disampaikan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Papua Barat, dr Arnoldus Tiniap.

“Semua harus semakin waspada, terbukti Covid-19 bisa menjangkiti siapa saja. Dokter dan perawat sudah banyak yang kena. Kalau masyarakat sudah kena tenaga kesehatan juga kena, siapa mau rawat siapa,” kata dr Arnold Tiniap saat ditemui awak media di ruang kerjanya, Selasa (22/9).

Arnold Tiniap mengaku, pihaknya belum memiliki data yang pasti terkait jumlah tenaga kesehatan (nakes) yang kini sudah terpapar, karena itu akan berkoordinasi dengan seluruh kabupaten dan kota agar setiap daerah melaporkan jumlah yang terkonfirmasi dan menjalani perawatan.

“Data sementara yang ada saat ini Teluk Bintuni ada dokter dan perawat tapi jumlah pastinya kami belum tahu. Di Sorong juga ada dan Manokwari juga cukup banyak. Selain itu di Raja Ampat dan Fakfak juga sudah ada, kira-kira sudah masuk di angka puluhan,” sebut Tiniap.

Direktur RSU Provinsi Papua Barat itu mengungkapkan, saat ini dua tenaga administrasi rumah sakit umum yang dipimpinnya masih menjalani isolasi. Mereka dinyatakan positif Covid-19 sesuai hasil pemeriksaan real time polymerase chain reaction (RT-PCR) pada Senin (21/9) lalu.

Tak hanya wilayah kota, kata Arnold, nakes yang bertugas di wilayah perkampungan pun saat ini sudah ada yang terjangkit wabah virus yang belum ditemukan vaksinnya itu.

“Artinya bahwa Covid-19 ini sudah menyebar di seluruh wilayah. Tidak saja di kota, masyarakat di kampung-kampung pun harus waspada,” ujarnya.

Arnold menyatakan jumlah kasus Covid-19 di Papua Barat meningkat drastis pada tiga pekan terakhir. Kluster baru pun bermunculan di sejumlah daerah, hal ini akibat dari masyarakat tidak mematuhi protokol kesehatan.

“ASN (aparatur sipil negara) sudah banyak yang kena, termasuk anggota TNI dan Polri juga politisi. Kalau sudah banyak yang terpapar berarti potensi penularannya semakin besar juga. Tidak ada pilihan lain selain disiplin menerapkan protokol kesehatan dan taat terhadap prosedur penanganan Covid-19,” pungkasnya.

Sesuai laporan Satgas COVID-19 per-21 September 2020, jumlah pasien Covid-19 di Papua Barat secara akumulatif sudah mencapai 1.516 orang. Dari jumlah itu, 917 berhasil sembuh sedangkan 26 meninggal dunia serta sisanya dalam perawatan. [ARS-MJ]

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *