Refleksi Usia ke-17 Paroki Santo Arnoldus Janssen

Paroki Santo Arnoldus Janssen Malanu, genap berusia 17 tahun pada 15 Januari 2021. Beranjak dari usia remaja memasuki dewasa, tentu menjadi refleksi tersendiri bagi perjalanan iman umat di paroki ini

Tugas pewartaan, pengembangan iman umat dan persekutuan, menjadi hal yang sangat ditekankan Pastor Paroki Santo Arnoldus Janssen Malanu, Mathias Alex Ohoilean, SVD dalam khotbanya saat memimpin ibadah HUT Paroki Santo Arnoldus Janssen Malanu, bersama sejumlah imam konselebran, Jumat (15/1) sore.

Usia 17 tahun memang merupakan usia yang sudah cukup matang, seperti dalam masa pertumbuhan manusia, 17 tahun sudah memasuki usai dewasa. Dalam usia yang sudah dewasa ini, umat dituntut untuk ikut berpikir dan bertindak dewasa, baik dalam iman, persekutuan maupun dalam tugas pewartaan.

“Pandemi Corona dan masker yang kita pakai tiap hari tidak bisa menjadi alasan untuk kita tidak mewartakan sabda Tuhan, mewartakan damai sejahtera bagi sesama. Kita juga dituntut untuk lebih dewasa dalam iman, serta tetap menjalin persekutuan,” ujar Pastor Mathias.

Umat, diminta untuk terus mewartakan kabar gembira dan damai sejahtera bagi sesama, melalui sikap, tingkah laku dan pergaulan setiap hari. Momen ulang tahun tersebut, harus dijadikan sebagai ajang perubahan dalam diri umat, untuk menjadi lebih baik dihari esok.

Sementara, Ketua Dewan Paroki Santo Arnoldus Janssen, Jermias Gembenop, S.Sos.,MH menekankan, di usia yang ke-17 tahun, sudah seharusnya Paroki Santo Arnoldus Janssen lebih mengenal dan mengindentifikasi dirinya dengan baik, sehingga setelahnya siap untuk terjun ke dunia bebas untuk membangun relasi yang kuat serta kokoh.

“Di usia yang ke-17 ini, kita sebagai Paroki Santo Arnoldus Janssen sudah harus meningkatkan kemampuan berkomunikasi dan korelasinya. Mentalitas iman spiritual yang menjadi akar kehidupan bernegara dan bermasyarakat pun, harus senantiasa kita tingkatkan dan kuatkan, apalagi di situasi sulit seperti saat ini,” sebut Gembenop.

Pada momen HUT ke-17 ini, Paroki Santo Arnoldus Janssen, menggelar misa di gereja Paroki Santo Arnoldus Janssen, Malanu yang dilanjutkan dengan resepsi bersama para pastor, pengurus dewan dan umat.

“Tidak banyak kegiatan yang kami lakukan, mengingat kita juga harus mematuhi protokol kesehatan guna ikut menanggulangi Covid-19. Untuk tahun ini kita hanya melakukan kegiatan-kegiatan yang bisa membantu sesama yakni berbagi kasih dengan janda, duda, dan mereka yang tidak mampu secara ekonomi,” jelas Gembenop.

Gembenop juga mengungkapkan, pihaknya memang menginginkan perayaan HUT yang sederhana dan apa adanya.

“Meskipun dalam keterbatasan, kita harus tetap semangat dalam membangun kebersamaan di dalam komunitas gereja, sesuai dengan visi dan misi pelindung kita, Santo Arnoldus Janssen,” harap Gembenop. [JOY-MJ]

Please follow and like us:
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *