Rehabilitasi Mangrove Untuk Pemulihan Ekonomi Nasional

Tumbuhan mangrove merupakan salah satu ekosistem hutan yang kini menjadi target pemerintah. Oleh pemerintah, ekosistem ini menjadi strategi jitu yang tengah digalakan Badan Restorasi Gabut dan Mangrove dan UPT Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk mendongkrak pemulihan ekonomi nasional.

Atas dasar itulah, Sekretaris Badan Restorasi Gambut dan Mangrove KLHK RI, Dr. Ir. Ayu Dewi Utari melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Papua Barat, tepatnya di Kota Sorong, Desa Maibo, Kecamatan Aimas, Kabupaten Sorong, Jumat (17/9).

Tampak Sekretaris Badan Restorasi Gambut dan Mangrove KLHK RI, Dr. Ir. Ayu Dewi Utari tampak berbincang dengan masyarakat soal potensi ekosistem mangrove di wilayahnya.

Kunjungan kerja ini tidak lain adalah untuk melihat secara dekat potensi pertumbuhan mangrove sekaligus mengetahui secara persis seberapa besar kerusakan mangrove untuk kemudian mendapat rehabilitas. Selanjutnya pun untuk mendengar secara langsung pengakuan otentik dari masyarakat tentang manfaat yang diperoleh dari pemanfaatan mangrove tersebut.

Pada sesi wawancara, Sekretaris Badan Restorasi Gambut dan Mangrove KLHK RI mengatakan memang benar bahwa hutan mangrove harus mendapatkan rehabilitasi untuk kemudian memperpanjang keberlangsungan hidupnya sekaligus memberikan ruang bagi masyarakat untuk mendapatkan manfaat dari hutan mangrove tersebut.

Anakan mangrove yang telah ditanam siap untuk tumbuh dan berkembang

“Kita punya tugas untuk rehabilitasi mangrove. Awalnya di 9 provinsi termasuk Papua Barat. Tahun 2021 ini kami melaksanakan rehabilitasi mangrove totalnya 33 ribu hektar di seluruh Indonesia. Dan di Papua Barat sebanya 1.500 hektar,” jelasnya kepada media ini usai melakukan kunjungan.

Disebutkan bahwa wilayah Papua Barat dipilih sebagai wilayah untuk melakukan rehabilitasi mangrove karena masyarakat di daerah tersebut sangat tergantung dengan ekosisten mangrove. Sehingga dirasa perlu untuk melakukan rehabilitasi sebaik mungking agar masyarakat bisa menikmati manfaatnya. Selain memberikan manfaat bagi masyarakat lokal, juga sebagai bentuk pemulihan ekonomi nasional.

Tampak Sekretaris Badan Restorasi Gambut dan Mangrove KLHK RI melakukan penanaman anakan mangrove.

Dengan demikian, masyarakat diharapkan agar mereka mampu menemukan kebiasaan hidup baru melalui pemanfaatan hutan mangrove tersebut dan bersedia meniggalkan kebiasaan hidup lama.

“Ini yang paling penting, karena Papua ini indah, subur dan harus dijaga sehingga nantinya ada manfaat yang mampu memenuhi kebutuhan ekonomi,” jelasnya.

Diakui bahwa antusiasme masyarakat sangat tinggi sekali untuk menanam. Dan sesuai dengan pengakuan masyarakat bahwa upah yang diterima sangat bermanfaat bagi kelangsungan hidup mereka, seperti membiayai anak sekolah, pemenuhan kebutuhan keluarga dan lain sebagainya.

Masyarakat tengah meninjau tanaman pohon mangrove.

Sementara itu, usman masyarakat penerima manfaat dari mangrove mengaku adanya pemanfaatan hutan mangrove ini sangat menyentuh langsung kehidupan masyarakat di wilayah ini. Sebab, ekosistem mangrove ini sudah sangat membantu ekonomi masyarakat yang ikut terlibat di dalam penanaman mangrove ini.

“Kita sudah dapat uang kerja mangrove dan langsung masuk ke rekening kita masing-masing. Biasanya kerja dulu atau tanam pohon mangrove baru uang itu masuk ke rekening kita,” akunya.

Tanaman pohon mangrove yang sudah siap tumbuh.

Ia merasa bersyukur dan berterima kasih karena adanya program ini sehingga ekonomi masyarakat bisa terdongkrak.

“Dari hasil itu kami beli motor atau menyekolahkan anak-anak kami, pokoknya kami sangat terbantu sekali,” tambahnya. [Jvn].

Please follow and like us:
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *