Rektor Unvic Sorong : Proses Hukum Terhadap Yoseph Titirlolobi Masih Berlanjut

Sorong, PbP – Akhir November hingga Desember 2022, badai menghantam Universitas Viktori Sorong. Badai yang dimaksud yakni dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum dosen kepada mahasiswi.

Kasus tersebut sempat menjadi tranding topik pemberitaan media massa baik cetak, elektronik maupun online. Perlahan kasus tesebut tak terdengar lagi sampai dengan awal Maret 2023.

Rektor Unvic Sorong, Dr. Roximelsen Suripaty, SH., MH, MM, M. Kn
Rektor Unvic Sorong, Dr. Roximelsen Suripaty, SH., MH, MM, M. Kn

Rektor Universitas Victori (Unvic) Sorong, Dr. Roximelsen Suripaty, SH., MH, MM, M.Kn lalu angkat bicara soal kasus dugaan pelecehan seksual yang diduga dilakukan oleh dosen kepada mahasiswi. Menurut Rektor Unvic, kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh dosen Unvic terhadap mahasiswi ternyata tidak terbukti.

“Dari hasil laporan yang dimasukkan oleh mahasiswi Unvic tentang dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh dua Dosen ternyata tidak benar, karena sudah ada Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP 3) -nya, ” ucap Rektor Roximelsen kepada wartawan di Ruang kerjanya, Selasa (7/3/2023).

Prosesnya hukumnya tentu saja tidak berhenti sampai disitu, kata Rektor, pihaknya telah melapor balik tentang dugaan pencemaran nama baik kampus. Terutama pencemaran nama baik yang dilakukan oleh Yoseph Titirlobi kepada pihak Unvic Sorong.

“Kami sudah laporkan dia ke kepolisian, dan proses hukumnya sementara berjalan, ” kata Rektor Unvic.

Pelaporan dugaan pencemaran nama baik itu, kata Rektor telah dilaporkan akhir tahun 2022. Dan sejauh ini prosesnya hukum, saksi – saksi telah diperiksa oleh pihak Polresta Sorong Kota.

“Empat saksi dari pihak kami telah diperiksa. Kami juga sudah pula menghadirkan saksi ahli hukum pidana untuk menerangkan apa benar telah terjadi pelanggaran hukum pidana, ” ucap Rektor.

Pihak Kampus menduga, Yoseph Titirlolobi sebagai kuasa hukum telah melakukan pencemaran nama baik Kampus Unvic Sorong yang dilakukan melalui media sosial. Rektor menekankan, lembaga pendidikan yang dipimpinnya tentu sangat dirugikan dengan tuduhan yang nyatanya sama sekali tidak terbukti kebenarannya.

“Sejak awal, karena dugaannya pelecehan seksual, maka saya tidak ingin menanggapi. Saya sarankan agar prosesnya dilakukan saja melalui jalur hukum, ” tutur Rektor menerangkan.

Namun apa yang disampaikan oleh Yoseph Titirlolobi melalui media sosial, bukan lagi dugaan. Dia telah dengan jelas menuduh, bahwa di dalam kampus Unvic Sorong telah terjadi pelecehan seksual.

Atas tuduhan tersebut, Rektor katakan kampus Unvic Sorong benar – benar merasa dirugikan, sebab kami sebagai lembaga pendidikan dipikir sebagai tempat pelecehan. Selain itu pihak kami juga ditegur oleh Dirjen Dikti Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

“Dugaan pelecehan seksual itukan harus bisa dibuktikan. Bagaimana bentuk dan cara atau perbuatan yang bisa disebut melecehkan, “paparnya.

Sementara itu, Yoseph Titirlolobi yang dikonfirmasi menanggapi santai langkah hukum yang dilakukan pihak Unvic Sorong buat dirinya.

Yoseph Titirlolobi, Kuasa Hukum
Yoseph Titirlolobi, Kuasa Hukum

“Itu sudah biasa, kita pun siap melakukan tuntutan balik, sebab kita tidak bicara diluar dari apa yang disampaikan oleh klien kami. Jadi pengacara itu dia bebas mendampingi kliennya untuk mengungkapkan fakta, ” ucap Yoseph saat dikonfirmasi melalui sambungan telpon selulernya.

Yoseph sampaikan dirinya sedang menunggu, sebab sampai sekarang pun belum ada surat pemanggilan dari pihak Kepolisian terkait laporan yang disampaikan.

Terkait kasus tersebut, menurut Yoseph, sudah dalam posisi di damaikan antara korban yang pihaknya dampingi dan dosen yang diduga melakukan pelecehan.

Yoseph sampaikan silahkan saja, namun sebaiknya Rektor Unvic bisa membaca Undang – Undang tentang Advokad terlebih dulu, sebab dirinya dalam kapasitas mendampingi klien.

“Yang mana telah terjadi musibah pelecehan seksual yang terjadi di dalam kampus Unvic. Yang mana kasus tersebut dilakukan oleh dosen. Jadi saya mendampingi klien saya, jadi untuk pencemaran nama baik Rektor tidak ada, ” papar Yoseph Titirlolobi.

Yoseph bahkan mengklaim bahwa Rektor Unvic Sorong telah pula melakukan pembohongan publik. Dimana Rektor menyampaikan tidak mengakui keberadaan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unvic, padahal dirinya hadir dalam pelantikan pengurus BEM yang tidak diakuinya.

“Jadi terkait laporan polisi itu biasa, mungkin beliau kan masih lagi sakit, jadi bicaranya agak sedikit bingung – bingung, ” tandas Yoseph. [EYE-SF]

Please follow and like us:
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *