Reses di Kota Sorong, Cartenz Malibela Terima Banyak Keluhan

Sorong, PbP – Anggota DPR Papua Barat Cartenz I. O. Malibela, melakukan tatap muka dengan lintas ormas di Kota Sorong, Rabu (4/6). Tatap muka dalam rangka penyerapan aspirasi tersebut dilakukan mengisi masa reses II DPR Papua Barat tahun 2022.

Anggota DPR Papua Barat Cartenz I.O. Malibela saat foto bersama dengan peserta rapat dalam kegiatan reses di Vega Hotel, Kota Sorong, Rabu (4/5). FOTO/JOY
Anggota DPR Papua Barat Cartenz I.O. Malibela saat foto bersama dengan peserta rapat dalam kegiatan reses di Vega Hotel, Kota Sorong, Rabu (4/5). FOTO/JOY

Kegiatan yang berlangsung di Vega Hotel, Kota Sorong ini dihadiri puluhan peserta yang merupakan utusan atau perwakilan dari sejumlah ormas, dari LSM, Yayasan dan perwakilan tokoh pemuda serta masyarakat.
Dalam pertemuan tersebut, para peserta begitu antusias menyampaikan sejumlah aspirasi mereka. Alhasil semua masalah yang terjadi di Kota Sorong ditumpahkan dihadapan sang legislator.
Dari para peserta, Cartenz menampung banyak keluhan, mulai dari persoalan sampah dan banjir di Kota Sorong, masalah infrastruktur jalan, pendidikan, kesehatan hingga persoalan terkait pasar modern Rufey yang dikeluhkan oleh para pedagang karena sepi pembeli.

Kegiatan Reses Anggota DPR Papua Barat Cartenz I.O. Malibela di Vega Hotel Kota Sorong, Rabu (4/5). FOTO/JOY
Kegiatan Reses Anggota DPR Papua Barat Cartenz I.O. Malibela di Vega Hotel Kota Sorong, Rabu (4/5). FOTO/JOY

Ada juga perwakilan tokoh agama yang mengeluhkan persoalam Kamtibmas di Kota Sorong, dimana begitu marak terjadi kasus-kasus kriminalitas selama ini, bahkan terakhir merenggut nyawa belasan orang dalam kasus kerusuhan hingga pembakaran tempat hiburan malam (THM) Double O.
Sementara dari kalangan penggiat seni dan olahraga diusulkan untuk pembangunan sanggar seni nusantara, yang didalamnya memuat semua budaya nusantara di Kota Sorong. Juga pembangunan sarana olahraga, selain bola kaki, mengingat Kota Sorong menyimpan sejuta potensi dan talenta olahraga, namun bakat dan talenta tersebut tidak bisa tersalurkan dengan baik karena minimnya fasilitas olahraga yang disiapkan pemerintah.

Reses anggota DPR Papua Barat Cartenz Malibela di Vega Hotel, Kota Sorong, Rabu (4/5). FOTO/JOY
Reses anggota DPR Papua Barat Cartenz Malibela di Vega Hotel, Kota Sorong, Rabu (4/5). FOTO/JOY

Dari kalangan pelajar, meminta agar pemerintah menyediakan sarana publik berupa perpustakaan daerah. Hal ini demi merangsang minat baca masyarakat, yang secara garis lurus tentu dapat meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) bagi masyarakat di Kota Sorong.
Peserta terakhir yang merupakan perwakilan penggiat kemanusiaan yang bergerak di bidang penanggulangan HIV/Aids di Kota Sorong, mempertanyakan komitmen pemerintah dalam upaya penanggulangan HIV/Aids di Kota Sorong. Pasalnya, sampai saat ini mereka sama sekali tidak dibekup dengan baik oleh pemerintah dalam kerja-kerja mereka sebagai penggiat kemanusiaan. Mereka juga mempertanyakan besaran dana yang dialokasikan untuk masalah HIV/Aids di Kota Sorong, pasalnya selama ini tidak ada transparansi dari pemerintah, khususnya intansi teknis.
Para peserta rapat bersepakat untuk menyerahkan semua aspirasi tersebut kepada wakil rakyat mereka dengan harapan dapat diperjuangkan sehingga bisa mendapat perhatian dari pemerintah.
Menyikapi sejumlah aspirasi tersebut, Cartenz yang diwawancarai usai kegiatan menjelaskan, masa reses merupakan masa dimana para wakil rakyat yang duduk di kursi DPR turun ke masyarakat untuk menyerap sekaligus mendengarkan langsung aspirasi masyarakat. Aspirasi yang disampaikan masyarakat, akan ditampung kemudian diteruskan untuk diperjuangkan secara kelembagaan di DPR Papua Barat.
“Apa yang disampakan masyarakat memang merupakan realita yang mereka alami. Nah, disini kami sifatnya menampung, kemudian tentunya akan kami perjuangkan secara kelembagaan di DPR Papua Barat,” ujar Cartenz.
Ia juga menerangkan ada sejumlah aspirasi yang tidak harus dibawa ke DPR, namun bisa langsung didiskusikan bersama peserta rapat. Ada juga aspirasi yang menjadi tugas pemerintah Kota Sorong, sehingga dirinya siap melakukan koordinasi dengan pemerintah setempat.
“Contoh masalah sampah, kemudian soal Pasar Modern yang sepi pembeli, saya pikir ini domainnya Pemerintah Kota Sorong. Nanti kami akan bangun koordinasi dengan pemerintah kota, terkhusus instansi teknis yang menangani masalah tersebut,” ungkapnya sembari mengaku dalam reses kali ini pihaknya akan berupaya menampung aspirasi sebanyak mungkin, dengan melakukan pertemuan dan tatap muka lagi bersama elemen masyarakat lainnya beberapa waktu kedepan. [JOY]

Please follow and like us:
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *