Reses III, Barnike Kalami Temui LMA Malamoi

Sorong, PbP – Anggota DPR Papua Barat Jalur Pengangkatan, Barnike Susana Kalami melakukan tatap muka dengan Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Malamoi, Kota Sorong, Rabu (11/11). Pertemuan dalam rangka mengisi Masa Reses III DPR Papua Barat tahun anggaran 2020.

Ketua LMA Malamoi Silas O. Kalami, S.Sos.,MA dalam sambutannya menyampaikan terima kasih serta rasa bangga atas terpilihnya dua anak Moi duduk di kursi Parlemen Papua Barat, melalui jalur pengangkatan.

Ia berharap, dengan adanya keterwakilan anak-anak Moi baik di Kota Sorong dan Kabupaten Sorong, sama-sama bersinergi untuk mengawal kepentingan masyarakat adat Moi kedepan.

“Banyak persoalan yang sampai saat ini masih dihadapi masyarakat adat suku Malamoi baik di Kota maupun Kabupaten Sorong. Ini adalah pergumulan bersama yang harus kita carikan solusinya. Kami berharap dengan adanya dua anak Moi, termasuk Ibu Barnike Susana Kalami di DPR Papua Barat, bisa serius mengawal serta menyuarakan apa yang menjadi kebutuhan dan keinginan kami masyarakat ada Malamoi,” ujar Silas.

Sementara, Anggota DPR Papua Barat Barnike Susana Kalami menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat adat Suku Moi baik yang ada di Kota maupun Kabupaten Sorong yang sudah memberikan dukungan baik langsung maupun tidak langsung, yang telah mengantarkannya ke lembaga legislatif di tingkat provinsi.

Ia menjelaskan, dalam masa reses tersebut, pihaknya turun ke masyarakat untuk menyerap aspirasi yang nantinya akan dibawa ke DPR untuk kemudian diperjuangkan sehingga bisa dijawab oleh pemerintah.

“Pada intinya kami membuka ruang sebesar-besarnya kepada masyarakat, khususnya masyarakat adat Malamoi untuk menyampaikan usul saran bahkan kritikan untuk menjadi bahan bagi kami saat kami bersuara di DPR Papua Barat nantinya. Usul saran dan masukan akan kami tampung dan kami perjuangkan,” kata Barnike.

Dalam pertemuan tersebut Barnike mendapat banyak usulan, mulai dari pembenahan sistem penyaluran dana Otsus, masalah pendidikan bagi anak-anak Moi, perhatian dalam bidang ekonomi kreatif termasuk untuk mama-mama Moi yang berjualan. Selain itu, ada juga usulan untuk memperhatikan masalah budaya Moi, dengan harapan agar budaya tersebut tidak tergerus arus perkembangan zaman serta beberapa usulan lainnya. Beberapa usulan tersebut ditampung dan akan dipejuangkan saat para anggota dewan kembali ke Manokwari nantinya. [JOY-MJ]

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *