Soal Galian C, Lurah Matalamagi Tunggu Instruksi Wali Kota

Sorong, PbP – Pemerintah Kelurahan Matamalagi telah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum untuk membenahi drainase di wilayahnya.  “Jadi kendala yang kami alami di masyarakat adalah perumahan-perumahan warga yang berdempetan dengan drainase. Makanya kami mau pengerukan ke dalam sangat susah, mau diperbaiki juga susah. Karena belum ada biaya ganti rugi bangunan”, ucap Lurah Matalamagi, Semuel Sesa saat ditemui Papua barat Pos di kantornya, Selasa (11/8).

Soal galian C, Samuel Sesa katakan pihaknya menunggu instruksi dari wali kota dan gubernur Papua Barat. Entah nantinya akan jalan atau tertutup. Karena dampak pembangunan dari Kota Sorong salah satunya dari galian C.

“Kalau kita mau mengekspor bahan material lagi dari luar, biayanya berat. Sampai di sini biayanya tidak sebanding dengan apa yang di dapat. Kami juga telah berkoordinasi dengan dinas lingkungan tadi di sini. Setelah rapat tadi kami akan mengadakan pertemuan dengan wali Kota Sorong, setelah ada keputusannya baru ada tindakan”, bebernya.

Semuel menghimbau kepada masyarakat Matamalagi, agar jika ingin membangun rumah itu harus memperhatikan berjarak 3 meter dari saluran air. Kedua apabila drainase rusak diperbaiki jangan minta ganti rugi. Karena dalam peraturan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) itu harus memperhatikan saluran air seluas 3 meter dari lokasi mendirikan bangunan. Ketiga jangan membuang limbah rumah tangga ke drainase.

Perlu diketahui Kelurahan Matamalagi sendiri memiliki RT berjumlah 26 dan RW 6. Untuk batas wilayahnya dari depot Tirmas sampai di simpang lima gunung Jupri. Bangunan kelurahan di sini sementara adalah kontrak 2 tahun, sebelumnya di Malasilem. Karena ada pemekaran wilayah Kelurahan Malasilem masuk di sana, sehingga Kelurahan Matamalagi pindah. [CR35-SF]

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *