Sosialisasi Dapodik, Monitoring dan Pelaporan Realisasi dana BOS di Tambrauw

Sorong, PbP – Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Tambrauw merasa perlu dan penting dalam merealisasikan penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) mulai dari data pokok pendidikan (dapodik), monitoring sampai pada pelaporan penggunaan dana BOS melalui Aplikasi BKAS, maka sejumlah bendahara pengelola dana BOS tingkat SMP mengikuti sosialisasi, Jumat (16/4) di Vega Hotel di Kota Sorong.

Sosialisasi yang dibawakan langsung oleh pemateri dari Dirjen Kementrian Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Yosep Yewen, S.Sos.

Foto bersama usai kegiatan Sosialisasi bersama Kepala Dinas Pendidikan Tambrauw, Pemateri dan Ditjen Kemendikbud. Foto:JVN
Foto bersama usai kegiatan Sosialisasi bersama Kepala Dinas Pendidikan Tambrauw, Pemateri dari Ditjen Kemendikbud. Foto:JVN

Yosep Yewen menjelaskan, kegiatan sosialisasi ini sangat perlu dilakukan guna memberikan pemahaman kepada seluruh bendahara pengelola dana tersebut ditingkat SMP terkait pelaporan realisasi dana BOS menggunakan aplikasi BKAS.

Menurutnya aplikasi ini sangat penting dipahami dan diketahui seluruh bendahara pengelola guna meminimalisir adanya kesalahan dalam membuat laporan pertanggung jawaban.

“Ini sangat penting karena membantu bendahara dan operator sekolah dalam realisasi dana BOS yang efisien menurut ketentuan aturan yang berlaku,” jelasnya usai membuka kegiatan.

Disebutkan persoalan penggunaan dana BOS ini menjadi masalah yang sangat besar terkait laporan pertanggung jawaban oleh setiap sekolah. Dengan kegiatan ini, dipastikan bahwa persoalan-persoalan yang sebelumnya dominan terkait laporan pertanggung jawaban dana BOS akan terminimalisir secara baik dan benar.

Selain dibahas soal laporan pertanggung jawaban dengan menggunakan aplikasi tersebut, di dalamnya pun dibahas soal kriteria dan prosedural realisasi dana BOS tersebut.

Bahwa, realisasi dana BOS harus didasarkan pada kriteria yang dituangkan dalam perencanaan adalah benar. Jika, kata kepala dinas yang baru menjabat kegunaan dana BOS tidak sesuai dengan perencanaan maka akan menimbulkan persoalan kemudian muncul temuan.

“Ini perlu dipahami secara baik dan benar oleh setiap bendahara SMP sehingga mulai dari perencanaan sampai realisasinya perlu memperhatikan kegunaan dari dana tersebut, tidak boleh lari dari aturan mainnya, sehingga nantinya tidak menimbulkan persoalan baru,” jelasnya.

Karena itu dirinya berharap kiranya seluruh peserta sosialisasi mampu mencerna setiap materi yang disampaikan untuk kemudian direalisasikan dalam pertanggung jawaban dana BOS tersebut di setiap sekolah. [JVN]

Please follow and like us:
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *