Telkomsel Alihkan Kepemilikan 6.050 Menara ke Mitratel

Sorong, PbP – Memperkuat transformasi dengan menjadi perusahaan telekomunikasi digital terdepan di Indonesia, Telkomsel melakukan aksi korporasi untuk penataan portofolio bisnis dengan mengalihkan kepemilikan menara telekomunikasi milik Telkomsel kepada Mitratel. Kesepakatan ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Jual Beli Bersyarat (Conditional Sale and Purchase Agreement/CSPA) antara PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) dengan PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel), untuk pengalihan kepemilikan sebanyak 6.050 menara telekomunikasi milik Telkomsel kepada Mitratel.

Pengalihan kepemilikan dilakukan secara bertahap hingga ditargetkan selesai pada akhir triwulan pertama tahun 2021. Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama Telkomsel, Setyanto Hantoro dan Direktur Utama Mitratel Theodorus Ardi Hartoko, di Jakarta.

Direktur Utama Telkomsel mengatakan, pihaknya mendukung kesepakatan yang juga sebagai tanda komitmen mereka untuk melanjutkan transformasi perusahaan, yang sekaligus akan memperkuat penataan portofolio Telkom Group, dengan pelepasan 6.050 menara telekomunikasi yang dimiliki.

“Kedepan Telkomsel akan fokus pada bisnis utamanya sebagai perusahaan telekomunikasi digital terdepan di Indonesia, dengan memperkuat ekosistem digital melalui ketersediaan layanan digital connectivity terbaik dan merata. Serta mengembangkan potensi layanan digital services dan digital platform terkini bagi seluruh masyarakat Indonesia,” ungkap Setyanto dalam releasenya, Rabu (21/10).

Sementara itu, Direktur Utama Mitratel menyampaikan aksi korporasi tersebut merupakan salah satu strategi bisnis, untuk meningkatkan kapabilitas dari sisi aspek infrastruktur telekomunikasi. “Kami yakin pengalihan kepemilikan 6.050 menara telekomunikasi milik Telkomsel akan memperkuat bisnis Mitratel secara fundamental. Ini menjadi potensi yang baik dan menciptakan nilai tambah bagi Mitratel, yang akan berdampak positif pada penguatan industri telekomunikasi nasional, khususnya sektor menara telekomunikasi,” ujar Theodorus.

Merespone statemen Theodorus dan Setyanto, Direktur Strategic Portfolio Telkom, Budi Setyawan Wijaya mengatakan, korporasi yang dilakukan Telkomsel dan Mitratel merupakan bagian dari penataan portofolio Telkom Group, demi optimalisasi bisnis dan aset yang dimiliki serta memastikan optimal value bagi pemegang saham. Langkah ini juga menurutnya menjadi upaya untuk value creation bisnis tower, dan memastikan agar setiap entitas anak perusahaan dapat fokus dalam melakukan penguatan pada lini bisnisnya masing-masing.

Lebih lanjut, Wakil Menteri BUMN II RI, Kartika Wirjoatmodjo menambahkan, kesepakatan antara Telkomsel dengan Mitratel untuk 6.050 menara, menjadi satu langkah besar dari restrukturisasi portofolio Telkom Group demi keberlangsungan perusahaan dalam jangka panjang. “Ini juga menjadi bagian dari inisiatif pemerintah yang berupaya melakukan restrukturisasi BUMN dalam mengembalikan bisnis inti dari masing-masing perusahaan dan menciptakan nilai tambah melalui struktur perusahaan yang lebih ideal,” ujar Kartika mengakhiri. [EKA-SG]

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *